Jumat, 5 Juni 2026

Berita Kaltim Terkini

15 Provinsi dengan Kasus Pembunuhan Tertinggi di Indonesia, Kaltim Termasuk

Indonesia kembali menyoroti peta kriminalitas nasional setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Publikasi Statistik Kriminal 2024/2025

Tayang:
Canva
PEMBUNUHAN DI INDONESIA - Ilustrasi kaki manusia. Berikut daerah di Indonesia yang paling banyak terjadi pembunuhan tahun 2024 

Ringkasan Berita:
  • BPS mencatat 1.104 kasus pembunuhan di Indonesia sepanjang 2024, dengan Papua, Jawa Timur, dan Sumatera Utara sebagai provinsi tertinggi; Kalimantan Timur masuk 15 besar dengan 28 kasus
  • Kasus kelalaian yang mengakibatkan orang mati mencapai 563 kejadian, didominasi Jawa Timur, sementara Kalimantan Timur berada di peringkat ke-10 nasional

TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia kembali menyoroti peta kriminalitas nasional setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Publikasi Statistik Kriminal 2024/2025 pada 12 Desember 2025.

Laporan ini menjadi rujukan resmi untuk membaca dinamika kejahatan di Tanah Air sepanjang tahun 2024, termasuk jenis kejahatan berat yang menyangkut hilangnya nyawa manusia, yakni pembunuhan.

Dalam publikasi tersebut, BPS mencatat bahwa secara umum terjadi penurunan jumlah kejahatan (crime total) yang teregistrasi oleh Kepolisian Republik Indonesia.

Total kejahatan sepanjang 2024 tercatat 561.993 kejadian, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, crime rate—atau tingkat kejahatan per 100.000 penduduk—turun menjadi 204, sementara crime clock atau rata-rata waktu terjadinya satu tindak kejahatan semakin panjang menjadi 56 detik.

Baca juga: Sidang Kasus Pembunuhan Dedy Indrajid, Penasehat Hukum Terdakwa Soroti Dugaan Intimidasi 

Namun di balik tren penurunan tersebut, sejumlah indikator lain justru menunjukkan sinyal yang perlu dicermati.

Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) mengungkap adanya kenaikan persentase penduduk yang menjadi korban kejahatan, dari tahun sebelumnya menjadi 0,73 persen pada 2024.

Artinya, meski jumlah kejahatan yang tercatat menurun, risiko masyarakat menjadi korban belum sepenuhnya mereda.

Situasi ini diperparah oleh rendahnya tingkat pelaporan kejahatan, yang hanya mencapai 20,28 persen, sehingga besar kemungkinan masih terdapat kasus yang tidak tercatat secara resmi.

Memahami Pembunuhan dalam Statistik Kriminal

Dalam kerangka statistik kriminal BPS, pembunuhan dikategorikan sebagai kejahatan terhadap nyawa, yakni tindakan menghilangkan nyawa orang lain secara sengaja dan melawan hukum.

 Kategori ini berbeda dengan kelalaian yang mengakibatkan orang mati, yang merujuk pada kematian akibat unsur kelalaian, seperti kecelakaan fatal tanpa niat membunuh.

Sepanjang tahun 2024, BPS mencatat total 1.104 kasus pembunuhan di Indonesia.

 Angka ini menunjukkan bahwa meski secara persentase tidak mendominasi total kejahatan, pembunuhan tetap menjadi indikator serius dalam mengukur keamanan dan stabilitas sosial suatu wilayah.

Persebaran Kasus Pembunuhan di Berbagai Wilayah

Data BPS memperlihatkan bahwa kasus pembunuhan tidak tersebar merata di seluruh provinsi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved