Rabu, 20 Mei 2026

Presiden Prabowo di Kaltim

Pasca-diresmikan Presiden Prabowo, DPRD Minta RDMP Balikpapan jadi Solusi Kelangkaan BBM

Keberadaan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan memberikan dampak nyata

Tayang:
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
RDMP ATASI BBM - Keberadaan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Khususnya dalam sektor lapangan kerja. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Keberadaan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Khususnya dalam sektor lapangan kerja.

Hal ini turut menjadi atensi Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri atas keberadaan proyek strategis nasional tersebut yang telah diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, pada Senin 12 Januari 2026.

Yusri menilai peresmian itu menjadi momentum penting lantaran Balikpapan kini tercatat sebagai salah satu daerah dengan industri energi terbesar di Indonesia.

"Kami sangat senang karena Presiden RI bisa hadir langsung di kota Balikpapan untuk meresmikan salah satu proyek terbesar di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur," ucapnya, Jumat (16/1/2026).

Baca juga: 3 Permintaan Wali Kota Rahmad Masud Usai RDMP Balikpapan Diresmikan, Singgung soal Antrean BBM

Ia katakan, Balikpapan kini tidak hanya berperan sebagai pintu gerbang keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, tetapi juga menjadi daerah objek vital nasional dalam sektor energi.

Dengan harapan keberadaan RDMP Pertamina di Balikpapan ini mampu memberikan manfaat ekonomi yang luas, baik bagi pendapatan daerah maupun kesejahteraan masyarakat Kota Minyak.

JANTUNG KILANG BALIKPAPAN - Potret Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC), jantung baru dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang kini bersiap menyalakan babak baru sejarah perminyakan Indonesia. ‎Unit RFCC yang berdiri di tengah bentangan megah kompleks Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan ini nantinya mampu mengolah residu minyak mentah menjadi produk bernilai tinggi seperti gasoline, LPG, dan propylene dengan kapasitas 90.000 barel per hari. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)
JANTUNG KILANG BALIKPAPAN - Potret Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC), jantung baru dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang kini bersiap menyalakan babak baru sejarah perminyakan Indonesia. ‎Unit RFCC yang berdiri di tengah bentangan megah kompleks Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan ini nantinya mampu mengolah residu minyak mentah menjadi produk bernilai tinggi seperti gasoline, LPG, dan propylene dengan kapasitas 90.000 barel per hari. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

“Semoga RDMP ini bisa memberikan dampak besar terhadap peningkatan income kota Balikpapan dan pendapatan warga, sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera," tutur Yusri.

Ia menambahkan, keberadaan RDMP juga diharapkan dapat menjamin ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Balikpapan agar tidak terjadi kelangkaan yang merugikan masyarakat.

Baca juga: Dampak Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN Nusantara Bagi Penajam Paser Utara

"Mudah-mudahan BBM ke depan tidak langka lagi. Kalau sampai langka, masyarakat pasti mengadu ke DPRD dan tentu akan kami tindak lanjuti," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved