Berita Kaltim Terkini
3 Aspek Perbaikan Jalan Nasional Ruas Muara Muntai–Blusuh Kubar, Target Rampung Desember 2026
3 aspek perbaikan jalan nasional ruas Muara Muntai–Blusuh Kutai Barat, target rampung 2026, Sabtu (24/1/2026).
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Rita Noor Shobah
Ringkasan Berita:
- Proyek perbaikan jalan nasional Muara Muntai–Blusuh resmi dimulai, dengan target rampung pada Desember 2026.
- Lingkup pekerjaan mencakup rekonstruksi jalan, pemeliharaan rutin, dan pemeliharaan jembatan, termasuk pembangunan sistem drainase untuk mencegah kerusakan.
- Regulasi ketat terhadap kendaraan ODOL dinilai penting agar jalan yang dibangun lebih awet dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur resmi memulai proyek perbaikan jalan nasional pada ruas Muara Muntai–Nayan–Blusuh di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Proyek ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan kelancaran arus transportasi antarwilayah.
Langkah awal proyek ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja di Kantor BBPJN Kaltim pekan lalu.
Baca juga: Viral Jalan Rusak di Sangatta Kembali Sebabkan Kecelakaan, Warga: Mau Berapa Korban Lagi yang Jatuh?
Wawan, Pelaksana Proyek dari PT Trimurti Perkasa, menegaskan bahwa pekerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2026 dengan cakupan tiga aspek utama:
- Rekonstruksi jalan sepanjang 4,20 km menggunakan perkerasan beton semen (rigid pavement).
- Pemeliharaan rutin, berupa penutupan lubang di badan jalan.
- Pemeliharaan jembatan, meliputi tiga lokasi dengan total panjang 124,20 meter.
Tahap Awal dan Fokus Pekerjaan
Saat ini, alat berat telah dikerahkan untuk penanganan awal berupa pemeliharaan rutin.
“Fokus awal kami adalah menutup lubang-lubang di sepanjang badan jalan menggunakan material agregat. Hal ini dilakukan demi menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan selama proses konstruksi berlangsung,” jelas Wawan, Sabtu (24/1/2026).
Untuk pekerjaan rekonstruksi jalan dengan beton rigid, pelaksanaan akan dimulai setelah seluruh pengujian material selesai.
Baca juga: Viral Penampakan Jalan Rusak di Kutai Barat, Warga Bikin Lagu: Jalan Bentian Buat Sakit Pinggang
Proyek juga mencakup pembangunan sistem drainase di titik strategis guna mencegah genangan air saat hujan, yang kerap menjadi penyebab kerusakan jalan.
Pemeliharaan Jembatan dan Regulasi ODOL
Selain jalan, pemeliharaan jembatan juga menjadi prioritas. Pekerjaan meliputi penggantian siar muai (expansion joint) serta pengecatan dekoratif untuk memperindah visual jembatan.
“Untuk jembatan, berkala kita lakukan juga segera mendapat penanganan,” imbuh Wawan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar bersabar selama proses pengerjaan berlangsung demi hasil maksimal.
Di sisi lain, Wawan menekankan pentingnya regulasi ketat terhadap kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) agar jalan yang dibangun tidak cepat rusak.
“Hal ini diperlukan sinergitas yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam membatasi kendaraan bermuatan lebih agar infrastruktur jalan nasional ini tidak cepat rusak dan dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya.
PUPR-PERA Kaltim Prioritaskan Perbaikan Jalan Strategis 2026
Diberitakan sebelumnya, menghadapi pemangkasan anggaran yang signifikan di tahun 2026, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Provinsi Kalimantan Timur menempatkan jalan sebagai prioritas utama dalam perencanaan kerjanya.
Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menegaskan bahwa jalan merupakan instrumen vital bagi pembangunan daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260114_Jalan-rusak-di-Kutai-Barat.jpg)