Selasa, 19 Mei 2026

Polemik Beasiswa Gratispol

Persoalan Pembatalan Program Gratispol Bagi Mahasiswa S2 ITK Akhirnya Terselesaikan

Pemprov Kaltim dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sepakat untuk melanjutkan Program Gratispol

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co/Raynaldi Paskalis
PROGRAM GRATISPOL - Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (POD) Kaltim, Siti Sugiyanti menjelaskan Pemprov Kaltim bersama dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) bersepakat untuk melanjutkan program Gratispol mahasiswa S2 Manajemen Teknologi ITK yang sebelumnya dibatalkan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Persoalan pembatalan program Gratispol mahasiswa Program Pascasarjana Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Kalimantan (ITK) akhirnya selesai dengan solusi terbaik.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sepakat untuk melanjutkan Program Gratispol Pendidikan yang sempat dibatalkan sebelumnya.

Kesepakatan itu dicapai setelah dilakukan pertemuan antara Pemprov Kaltim dan ITK di Ruang Tenguyun Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltim, Senin 26 Januari 2026 lalu.

Pada pertemuan itu, pihak Pemprov Kaltim diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (POD) Siti Sugiyanti, Plh Karo Kesra Muhammad Hamsani, Pengarah TP2G Prof Zulkarnanen dan Ketua TP2G Prof Bohari Yusuf. 

Baca juga: Besok Jembatan Mahulu Samarinda Dipasang Portal, Kendaraan Berat tak Boleh Melintas

Sementara dari ITK dihadiri Kepala Biro Akademik dan Umum Yuspian, Plh Kepala Bagian Akademik Ike Wayan Norma Yunita, serta Ketua Tim Humas dan Keprotokolan Nabila Khairunnisa.

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (POD) Kaltim, Siti Sugiyanti menjelasakan persoalan pembatalan Gratispol yang sempat ramai di sosial media, terjadi karena miskomunikasi administratif yang kini telah diselesaikan melalui jalur resmi.

Dia bilang, melalui pertemuan ini solusi terhadap masalah tersebut muncul dan dipastikan sesuai ketentuan akademik dan mekanisme internal kampus.

"Pemprov Kaltim dan ITK berkomitmen untuk memastikan seluruh mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Teknologi yang memenuhi kriteria tetap dapat melanjutkan pendidikan melalui Program Gratispol Pendidikan," kata Siti Sugiyanti.

Pemprov Kaltim mengapresiasi kerja sama konstruktif dari pihak ITK dalam menjaga sinergi antara dunia pendidikan dan kebijakan pembangunan daerah. 

Kedua pihak berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi demi peningkatan mutu sumber daya manusia Kaltim yang berdaya saing tinggi dan berintegritas.

Sementara itu, dalam postingan terbaru instagram dari Ade Rahayu Putri Jaya tidak lagi menyematkan postingan mengenai keluhannya soal pembatalan Gratispol yang terjadi padanya.

Kini, postingan tersebut tergantikan dengan ucapan rasa syukur atas solusi yang telah diberikan.

"Alhamdulillah, kami telah mendapatkan solusi terbaik terkait Program Gratispol melalui kerja sama pihak ITK dan Pemerintah Provinsi. Terima kasih banyak kepada semua pihak, termasuk rekan media, teman-teman mahasiswa, dan LBH Samarinda, yang telah membantu dan mendampingi kami dengan profesional dan netral," tulis ade dalam caption postingan instagramnya.

"Kami sepakat untuk tetap melanjutkan kuliah dan tidak mengundurkan diri. Semoga seluruh teman-teman yang ingin melanjutkan pendidikan selalu diberikan kelancaran dan kemudahan. Mari kita terus bersatu, saling mendukung, dan belajar dengan sungguh-sungguh," sambungnya. 

Sebelumnya di beritakan, Program Gratispol yang menjadi program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendapat sorotan dari mahasiswa S2 Institut Teknologi Kalimantan (ITK).

Ade Rahayu Putri Jaya, mahasiswa S2 Manajemen Teknologi kelas eksekutif, menyampaikan kekecewaannya karena beasiswa yang telah diterima tiba-tiba dibatalkan oleh Pemprov Kaltim.

Ade Rahayu Putri Jaya mengungkapkan kekecewaannya melalui postingan diakun Instagram pribadinya. 

Dalam postingan yang dia sematkan, ia menyampaikan keberatan atas pembatalan beasiswa Program Gratispol Pendidikan yang telah diterimanya.

Kronologi dimulai pada 8 Juli 2025, ketika Ade melakukan konfirmasi kepada admin Program Gratis Pol melalui pesan WhatsApp. 

Ia menanyakan apakah kelas eksekutif atau kelas malam bisa mendaftar program tersebut. Jawaban yang diterima menyatakan bahwa pendaftaran diperbolehkan asalkan universitas menyediakan kelas malam.

Setelah melakukan pendaftaran, pada 30 September 2025, Ade dinyatakan lulus dan diterima dalam Program Gratispol

Namun, kabar mengejutkan diterima pada 15 Januari 2026. Ade mendapat email pemberitahuan pembatalan program beasiswa tersebut tanpa penjelasan yang memadai.

Dalam caption postingannya, Ade berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat membantu menindaklanjuti persoalan ini. 

"Secara pribadi, saya ingin menyampaikan bahwa saya yatim, dan pendidikan ini adalah harapan besar bagi masa depan saya," tulis Ade. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved