Jumat, 29 Mei 2026

Berita Kukar Terkini

Pemuda Kutai Kartanegara Berubah Drastis Usai Ikuti Binlat Bintang Pengabdian

Program Binlat Bintang Pengabdian berhasil membentuk disiplin, mental tangguh, dan kesiapan fisik para pemuda di Kutai Kartanegara.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/PATRICK VALLERY SIANTURI
BINLAT BINTANG PENGABDIAN - Muhammad Aidil Ilmi salah satu peserta Binlat Bintang Pengabdian asal Muara Muntai menyebut Binlat Bintang Pengabdian memberinya banyak pelajaran. Sejak kecil ia bercita-cita menjadi prajurit TNI Angkatan Darat, ia kini merasa lebih siap untuk melangkah. (TRIBUNKALTIM.CO/PATRICK VALLERY SIANTURI) 

Ringkasan Berita:
  • Peserta dibiasakan bangun pukul 04.00, latihan dini hari, dan mengikuti aturan ketat, membentuk rutinitas disiplin yang drastis berbeda dari kebiasaan sebelumnya.
  • Jauh dari orang tua dan harus menjalani latihan fisik intensif membuat peserta belajar mandiri serta meningkatkan ketahanan mental.
  • Binlat Bintang Pengabdian menyiapkan peserta dengan fisik, mental, dan sikap disiplin untuk mengikuti seleksi TNI, Polri, dan sekolah kedinasan, sekaligus menanamkan tekad mengabdi.

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Program Binlat Bintang Pengabdian resmi berakhir pada Kamis (29/1/2026), menutup rangkaian pelatihan yang selama beberapa hari mengubah kebiasaan para pemuda Kutai Kartanegara.

Selama mengikuti Binlat, peserta hidup dalam aturan yang ketat.

Bangun sebelum subuh, berbaris rapi, mengikuti latihan fisik, dan mematuhi setiap instruksi menjadi rutinitas harian.

Kegiatan ini dirancang sebagai pembinaan terpadu, mulai dari kedisiplinan, mental, hingga kesiapan peserta menghadapi seleksi TNI, Polri, dan sekolah kedinasan.

Muhammad Aidil Ilmi (18), siswa kelas XII IPS Madrasah Aliyah di Kecamatan Muara Muntai, menjalani proses itu dengan penuh kesadaran.

Baca juga: Pemkab Kukar Tutup Binlat Bintang Pengabdian, Perkuat SDM Siap Masuk TNI, Polri, dan Sekolah Dinas

 “Awalnya ikut tidak tahu apa-apa. Dari pelajaran yang dikasih pelatih, kami pelan-pelan belajar,” ujarnya.

Perubahan mulai terasa sejak hari pertama. Waktu bangun yang biasanya longgar kini harus patuh pada jadwal.

“Sekarang bangun pagi jam empat. Dulu bangun bisa jam tujuh atau delapan,” ucapnya sambil tertawa.

Salah satu pengalaman yang paling diingat Aidil Ilmi adalah latihan dini hari.

Peserta dibangunkan secara mendadak untuk melatih kesiapsiagaan. 

Baca juga: Dispora Kukar Kaltim Gelar Binlat Masuk PKN STAN, Siapkan Pemuda Hadapi Seleksi Ketat

“Awalnya panik karena dibangunkan jam tiga pagi. Tapi dari situ kami dilatih supaya siap kapan saja,” tuturnya.

Selain fisik, Binlat juga menguji mental dan perasaan peserta.

Jauh dari orang tua membuat rasa rindu perlahan muncul, terutama setelah beberapa hari pelatihan. 

“Kalau sudah beberapa hari, pasti kangen rumah dan orang tua,” ucapnya.

Meski demikian, Aidil Ilmi merasa Binlat Bintang Pengabdian memberinya banyak pelajaran.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved