Mogok Kapal Sungai Samarinda
BBM Subsidi Mandek, Warga Hulu Sungai Terjepit, Pengusaha Kapal Ancam Geruduk Kantor Gubernur Kaltim
Mogok total kapal Sungai Mahakam membuat sembako langka. Harga beras di Mahakam Ulu melonjak hingga Rp1 juta per karung
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sepekan terakhir, Sungai Mahakam yang selama ini menjadi urat nadi transportasi Kalimantan Timur seolah membisu.
Sejak Sabtu (24/1/2026) hingga Jumat (30/1/2026), sebanyak 28 kapal angkutan barang dan penumpang tujuan Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu (Mahulu) mogok total dan tak beroperasi sama sekali.
Lumpuhnya transportasi sungai ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat di daerah hulu.
Sungai Mahakam selama puluhan tahun menjadi satu-satunya jalur distribusi logistik bagi ribuan warga yang tinggal di wilayah yang tak terjangkau akses darat.
Harga Beras Tembus Rp1 Juta
Dampak paling mencolok terlihat dari lonjakan harga kebutuhan pokok. Di pelosok Mahakam Ulu, harga beras dilaporkan meroket hingga Rp1.000.000 per karung berisi 25 kilogram.
Baca juga: BBM Subsidi Tertahan, Kapal Angkutan Sungai Samarinda-Mahulu Lumpuh Sepekan
Kondisi tersebut membuat warga semakin tertekan, terlebih menjelang bulan puasa ketika kebutuhan konsumsi meningkat tajam.
Ketua Organisasi Angkutan Mahulu (ORGAMU), Husaini Anwar (69), menegaskan bahwa kapal sungai merupakan jalur vital yang tidak bisa digantikan moda transportasi lain.
“Informasi dari Mahakam Ulu, bukan cuma beras yang tembus sejuta. Hampir semua sembako melonjak dan mulai langka. Apalagi mau masuk bulan puasa, kebutuhan warga di sana sangat tinggi,” ujarnya, Jumat (30/1/2026) sore.
Krisis ini dipicu terhentinya penyaluran BBM bersubsidi akibat perubahan aturan birokrasi dari BPH Migas.
Tanpa surat rekomendasi yang sebelumnya dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kota Samarinda, puluhan armada mesin pendam kini hanya bisa bersandar mati di Dermaga Sungai Kunjang.
Baca juga: Kapal Sungai Mahakam Masih Mogok, Dermaga Mahakam Ulu Lumpuh, Pemilik Kapal Pertanyakan Stok BBM
Menurut Husaini, aturan baru dari pemerintah pusat tidak seharusnya diberlakukan secara seragam. Karakteristik transportasi Sungai Mahakam dinilai sangat berbeda dengan wilayah lain di Indonesia.
“Mudah-mudahan Bapak Presiden mendengar. Perlu ada pengecualian untuk Sungai Mahakam agar pengusaha dan masyarakat tidak dicekik aturan yang tidak sesuai kondisi lapangan,” tambahnya.
Buruh Kehilangan Nafkah
Di dermaga, dampak sosial kian terasa. Sebanyak 83 kepala keluarga buruh pelabuhan kehilangan pendapatan harian. Tak ada aktivitas bongkar muat berarti tak ada pemasukan, dan dapur banyak keluarga tak lagi mengepul.
| Distribusi BBM Solar Kapal Sungai di Kaltim Lancar, Rute Hulu Mahakam Kembali Bergeliat |
|
|---|
| 4 Fakta 10 Kapal Sungai Mahakam Tujuan Mahulu Masih Belum Dapat BBM Subsidi |
|
|---|
| Dishub Kaltim Akui 13 SK Terbit soal BBM Subsidi Kapal, Sisanya Terganjal Administrasi |
|
|---|
| Persoalan Administratif Hambat Suplai BBM ke 10 Kapal, BPH Migas dan Dishub Kaltim Segera Proses |
|
|---|
| Aktivitas Kapal ke Mahulu Sudah Lumpuh 16 Hari, Harga Beras Nyaris Rp1 Juta per Karung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260124_Kapal-angkutan-sungai-Mahakam-mogok-akibat-BBM-subsidi-belum-turun.jpg)