Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026

Berita Kaltim Terkini

Disdikbud Kaltim Sebut Program Seragam Gratis di Bumi Etam Telah Menyasar 63 Ribu Siswa

Pemprov Kaltim telah menghadirkan seragam gratis bagi seluruh siswa SMA/SMK MA dan SLB baik negeri maupun swasta di Benua Etam

Tayang:
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS/Raynaldi Paskalis
SERAGAM GRATIS - Sekretaris Disdikbud Provinsi Kaltim, Rahmat Ramadhan, Beliau menjelasakan pemerintah provinsi memberikan perhatian penuh terhadap pendidikan. Melalui program gratispol diharapkan dapat meringankan beban para orangtua sisiwa. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur turut merespons peristiwa tragis di dunia pendidikan yang tengah ramai diperbincangkan.

Peristiwa tragis ini melibatkan seorang siswa sekolah dasar berinisial YBR (10 tahun) dari Desa Naruwolo, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Bocah malang tersebut diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri lantaran tidak mampu membeli alat tulis. 

Merespon hal itu, Sekretaris Disdikbud Provinsi Kaltim, Rahmat Ramadhan, menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. 

Baca juga: Ribuan Guru Honorer di Kaltim Masih Tanpa Status, Sekolah Terpaksa Andalkan Dana BOSP

Rahmat berharap tidak ada anak di Kalimantan Timur yang mengalami nasip serupa. Untuk di Kaltim, kata dia, pemerintah telah mengratiskan biaya sekolah sejak lama.

"Untuk di Kalimantan Timur sendiri, kita udah berapa tahun ya menggratiskan sekolah," ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (7/2/2026).

Dia menjelaskan, dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim saat ini pendidikan menjadi hal utama yang dibangun.

Melalui program Gratispol, pihaknya menghadirkan seragam gratis bagi seluruh siswa SMA/SMK MA dan SLB baik negeri maupun swasta di Benua Etam.

"Sekarang kan seragam gratis. Jadi kami tidak membebankan kepada murid-murid untuk membeli baju," jelas Rahmat.

Rahmat menyebut realisasi program ini telah rampung untuk tahap pertama dengan menyasar sekitar 63 ribu siswa.

Didalam paket seragam gratis itu, dia merinci, selain mendapat seragam putih abu-abu, para siswa juga mendapat tas hingga sepatu.

Mekanisme pendistribusiannya diserahkan kepada masing-masing sekolah yang telah berlangsung sejak November hingga akhir tahun 2025 lalu.

"Sudah 100 persen, sudah semua siswa yang kelas 1 atau kelas 10 ya. Nah itu pembagiannya kemarin terakhir ya memang di 31 Desember," paparnya.

Disinggung terkait layanan kesehatan mental siswa, Rahmat menyebut sekolah telah menyediakan hal tesebut melalui guru bimbingan konseling (BK) yang dahulu dikenal sebagai Guru BP (Bimbingan Penyuluhan). 

Dia bilang, beberapa sekolah di kaltim telah memiliki guru BK dengan latar belakang pendidikan sarjana priskologi. Namun, layanan tersebut tentu terbatas saat jam sekolah saja.

"Cuma kan batasannya di jam sekolah aja, lepas dari itu kan sudah bukan menjadi tanggung jawabnya sekolah lagi gitu," jelasnya.

"Insya Allah di Kaltim mudah-mudahan tidak ada, tapi kalau pun ada, kita berkoordinasi bagaimana pendidikan anak ini tidak putus,"pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved