Setahun Pemerintahan Rudy dan Seno
Pengobatan Gratispol Program Rudy-Seno Belum Sampai ke RSUD Abdul Rivai Berau
Masyarakat Berau menyambut progam Gratispol yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di bidang pelayanan kesehatan
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB - Masyarakat Berau menyambut progam Gratispol yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di bidang pelayanan kesehatan.
Meski demikian, hingga kini pelayanan kesehatan gratis melalui program ini masih belum menyasar ke Rumah Sakit Abdul Rivai Berau.
Hal itu dikatakan Direktur Rumah Sakit Abdul Rivai, Jusram.
Ia mengatakan, program gratispol belum berjalan di Berau.
Ia mengatakan menyambut baik jika program tersebur berjalan di Berau. Lantaran program itu menjadi bagian dari enam paket layanan publik gratis yang bertujuan meringankan beban masyarakat.
Baca juga: Gratispol Kaltim Dinilai Belum Gratis Total, Mahasiswa Keluhkan Pencairan Dana Tak Sesuai Janji
“Untuk saat ini program itu belum berlangsung di rumah sakit. Untuk pengobatan gratis hanya menggunakan BPJS, untuk perawaran tertentu,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (10/2/2026).
Perlu diketahui, program gratispol memberikan jaminan layanan kesehatan gratis dan bermutu kepada masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan resmi seperti BPJS Kesehatan.
Skemanya, peserta tinggal menunjukkan KTP Kaltim, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa biaya di fasilitas kesehatan yang tergabung dalam program.
Jusram melanjutkan, beberapa kali memang pihak rumah sakit sudah berkoordinasi terkait program tersebut.
Namun, hingga saat ini belum terlaksana.
“Kami berharap dapat segera berlangsung program tersebut,” bebernya.
Sementara itu salah satu warga pulau Derawan, Dermayana yang melakukan pengobatan ke RSUD Abdul Rivai mengharapkan program gratispol dapat berlangsung.
Baca juga: Program Gratispol Mulai Bergulir di Uniba, Kampus Lakukan Verifikasi dan Sinkronisasi Data Mahasiswa
Di temui setelah melakuakn pemeriksaan di RSUD Abdul Rivai, Dermayana mengatakan melakukan pengobatan karena ia terkena radang sendi dan membuat pinggangnya sakit.
“Saya habis Rp 1,2 juta untuk pengobatan sekaligus terapi. Harganya cukup lumayan mahal karena ternyata tidak dicover BPJS. Saya berharap pemerintah bisa memberikan alternatif lain untuk pengobatan yang lebih murah,” harapnya. (*)
| Usai Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp 8,5 M, Kini Anggaran Mobil Dinas DPRD Kaltim Rp 6,8 M Disorot |
|
|---|
| Pernyataan Rudy Mas’ud, Sekda, Ketua DPRD Kaltim soal Polemik Mobil Dinas Gubernur Rp 8,5 M |
|
|---|
| Hadapi Demo Mahasiswa Kaltim, Gubernur Rudy Mas'ud Jawab soal Dinasti Politik hingga Gratispol |
|
|---|
| Mobil Dinas Rp 8,5 M Disorot, Gubernur Kaltim: Jangan Saya Disuruh Pakai Kijang, Fakta Merek Kijang |
|
|---|
| Alasan Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp 8,5 M Disorot, Beda Pernyataan Rudy Mas'ud dan Sekda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260210-Direktur-RS-Abdul-Rivai-Jusram.jpg)