Berita Kaltim Terkini
5 Daerah di Kalimantan Timur dengan Minat Baca Terendah versi BPS
Minat baca sering dijadikan indikator penting dalam menilai kualitas sumber daya manusia suatu wilayah.
Kota Samarinda menjadi daerah dengan skor minat baca tertinggi di Kaltim, bahkan melampaui rata-rata nasional. Skor Samarinda mencapai 84,86, dengan frekuensi membaca sekitar enam kali dalam sepekan, durasi 2–3 jam per hari, serta jumlah bacaan 5–6 buku dalam tiga bulan.
Disusul oleh Kota Balikpapan dengan skor 81,04, kemudian Kota Bontang dengan skor 75,83.
Sebaliknya, sejumlah daerah kabupaten mencatat skor yang jauh lebih rendah.
Kutai Kartanegara dan Kutai Timur, misalnya, hanya berada di kisaran skor 67–68. Lebih jauh lagi, terdapat lima daerah yang menempati posisi terbawah di Kalimantan Timur.
Tingkat Minat Baca di Kalimantan Timur Tahun 2024
Kota Samarinda
- Skor: 84,86
- Frekuensi membaca: 6 jam per minggu
- Durasi membaca: berkisar antara 2 jam hingga 2 jam 59 menit
- Jumlah bacaan: 5-6 buku per tiga bulan
Kota Balikpapan
- Skor: 81,04
- Frekuensi membaca: 6 jam per minggu
- Durasi membaca: 1 jam hingga 1 jam 59 menit
- Jumlah bacaan: 5-6 buku per tiga bulan
Baca juga: 3 Kabupaten/Kota dengan Angka Pernikahan Tertinggi di Kalimantan Timur, Mahulu hanya Puluhan
Kota Bontang
- Skor: 75,83
- Frekuensi membaca: 5-6 jam per minggu
- Durasi membaca: 1 jam hingga 1 jam 59 menit
- Jumlah bacaan: 5-6 buku per tiga bulan
Kabupaten Kutai Kartanegara
- Skor: 68,17
- Frekuensi membaca: 3-4 jam per minggu
- Durasi membaca: 1 jam hingga 1 jam 59 menit
- Jumlah bacaan: 3-4 buku per tiga bulan
Kabupaten Kutai Timur
- Skor: 67,59
- Frekuensi membaca: 3-4 jam per minggu
- Durasi membaca: 1 jam hingga 1 jam 59 menit
- Jumlah bacaan: 3-4 buku per tiga bulan
Lima Daerah dengan Minat Baca Terendah di Kaltim
Di posisi paling rendah adalah Kabupaten Mahakam Ulu dengan skor 59,46.
Wilayah ini dikenal memiliki tantangan geografis yang berat, dengan akses transportasi terbatas, sehingga fasilitas pendidikan dan perpustakaan belum merata.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Paser dengan skor 59,74, disusul Kabupaten Kutai Barat dengan skor 60,45.
Kedua daerah ini masih menghadapi kendala dalam penyediaan bahan bacaan yang mudah dijangkau masyarakat.
Di urutan keempat terdapat Kabupaten Penajam Paser Utara dengan skor 66,41, sementara posisi kelima adalah Kabupaten Berau dengan skor 67,54.
Meski lebih baik dibanding tiga daerah sebelumnya, capaian ini masih berada di bawah rata-rata provinsi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan literasi di Kalimantan Timur belum merata, dan masih terpusat di wilayah perkotaan.
Posisi Kalimantan Timur dalam Peta Nasional
Jika dibandingkan secara nasional, skor minat baca Indonesia pada 2024 berada di angka 72,44. Dari 38 provinsi, hanya 10 provinsi yang berhasil melampaui rata-rata nasional.
Provinsi dengan skor tertinggi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 79,99, disusul Kepulauan Bangka Belitung (77,47), Jawa Timur (77,15), Jawa Barat (75,07), Kalimantan Selatan (74,63), Sulawesi Selatan (74,46), Jawa Tengah (73,91), Kepulauan Riau (73,69), Sumatera Barat (73,30), dan Kalimantan Utara (72,80).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230623_Membaca-Buku-Kalangan-Anak-anak.jpg)