Kapal Karam di Kukar
Kapal Rute Samarinda–Long Bagun Karam di Sungai Mahakam, Dishub Sudah Ingatkan Jangan Overload
Kecelakaan air di alur Sungai Mahakam yang melibatkan Kapal Motor (KM) Nor Dahliya F3
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kecelakaan air di alur Sungai Mahakam yang melibatkan Kapal Motor (KM) Nor Dahliya F3 dengan rute perjalanan Samarinda menuju Long Bagun dilaporkan karam di perairan Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, diduga overload kapasitas.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Kapal yang membawa puluhan penumpang dan puluhan ton barang tersebut mengalami insiden saat sedang melintas di kawasan Desa Rantau Hempang.
Berdasarkan data Dishub Samarinda di Kawasan Pelabuhan Sungai Kunjang, bahwa dari juragan kapal, KM Nor Dahliya F3 membawa muatan yang cukup signifikan dari pelabuhan Samarinda.
Baca juga: Kapal Dahliya F3 Karam di Kukar, KSOP Samarinda Dalami Penyebab dan Selisih Manifes Penumpang
Dari pelabuhan Samarinda Penumpang ada 36 orang, kemudian Barang Logistik sebanyak 40 ton, serta speda motor 7 unit.
Terkait insiden tersebut, Staf Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Pelabuhan Sungai Kunjang, Mardiyono, memberikan tanggapannya.
Ia menyatakan bahwa pihak Dishub sebenarnya telah berulang kali memberikan imbauan tegas kepada para pemilik dan pengelola kapal agar memperhatikan aspek keselamatan, terutama terkait kapasitas angkut.
"Dari kami pihak Dinas Perhubungan Kota sering menghimbau. Kalau tidak memenuhi syarat, kami minta untuk mengurangi kapasitasnya," tegas Mardiyono saat ditemui di Pelabuhan Sungai Kunjang Senin, (16/2/2026).
Ia juga tidak menampik bahwa praktik kelebihan muatan atau overload masih sering ditemukan di lapangan.
Baca juga: Viral Video Kapal Ferry Karam di Sungai Mahakam Muara Kaman Kukar, Kesaksian Penumpang
Meski imbauan rutin diberikan, fenomena kapal yang tampak melebihi kapasitas tetap menjadi tantangan dalam pengawasan transportasi sungai.
"Ya, kadang-kadang (terlihat overload). Sering kami imbau untuk dikurangi (muatannya)," tambahnya.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti karamnya kapal di lokasi tersebut.
Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang serta proses evakuasi muatan kapal yang tenggelam.
Masyarakat dan pengguna jasa transportasi sungai diingatkan kembali untuk selalu mematuhi standar keselamatan pelayaran guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260104-kapal-karam.jpg)