Sabtu, 25 April 2026

Berita Kaltim Terkini

Targetkan Satu Persen Warga Kaltim Aktif Bergerak, 75 Pengurus KORMI Resmi Dilantik

KORMI Nasional Nasional resmi melantik 75 pengurus KORMI Kalimantan Timur

Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
HO/Adpim Kaltim
PELANTIKAN KORMI KALTIM - Suasana pelantikan 75 pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltim yang kini dipimpin oleh Sarifah Suraidah, yang juga merupakan istri dari Gubernur Kaltim, Senin (16/2/2026). (HO/Adpim Kaltim) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional resmi melantik 75 pengurus KORMI Kalimantan Timur, Senin (16/2/2026).

Agenda pelantikan ini berlangsung secara tertutup di Gedung Odah Etam, kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Di depan gedung, karangan bunga berjejer rapi dari berbagai pihak, mulai dari pejabat hingga perusahaan. 

Karangan bunga tersebut berisi ucapan selamat atas terselenggaranya kegiatan, serta ucapan khusus kepada Ketua KORMI Kaltim saat ini, Sarifah Suraidah, yang juga merupakan istri dari Gubernur Kaltim.

Baca juga: Disporapar Paser Pastikan Venue Olahraga Tidak Mangkrak Jelang Porprov 2026

Sekjen KORMI Nasional, Kemalsyah Nasution, menyebut peran pengurus daerah sangat penting untuk mengajak masyarakat bergerak lewat program Indonesia Aktif. 

Ia ingin olahraga bisa menyentuh semua orang, terutama yang merasa tidak punya kemampuan khusus, agar mereka bisa lebih bugar.

"Nah, itu peran Kormi nanti ada di situ, ngajak masyarakat supaya lebih bugar," ujar Kemalsyah.

Dia bilang, Kaltim punya modal besar karena pernah sukses menjadi tuan rumah Fornas V pada tahun 2019 silam. 

Keberhasilan itu membuat Kaltim dipandang sebagai salah satu barometer provinsi yang baik dalam hal olahraga masyarakat di tingkat nasional.

Mengenai target ke depan, Kemalsyah menekankan pentingnya angka partisipasi nyata dari warga.

Ia mencontohkan, dari sekitar 3,5 juta jiwa penduduk Kaltim, setidaknya ada satu persen yang konsisten bergerak setiap minggunya.

Hal ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga berdampak pada penurunan angka masyarakat sakit yang secara otomatis membantu pemerintah menekan biaya BPJS.

"Jadi let's say disini misalkan ada 3,5 juta jiwa, berapa persen mau bergerak? Ada gak 1 persen? Setiap minggu aja bergerak gitu. Nah itu kan gak gampang, jadi memang itu target-target yang harus kita penuhi," jelasnya.

Kemalsyah juga menjelaskan perbedaan mendasar antara KORMI dan KONI.

Jika KONI berorientasi pada medali dan prestasi di puncak piramida olahraga, KORMI berada di posisi paling bawah sebagai fondasi untuk kebugaran massal. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved