Selasa, 19 Mei 2026

Kecelakaan Maut di Samarinda

Kecelakaan Maut di Depan Kampus Untag Samarinda, Ibu dan Anak Tergilas Truk Tangki

Insiden kecelakaan maut yang melibatkan truk tangki BBM Solar Industri dan sepeda motor terjadi di Jalan Ir. H. Juanda

Tayang:
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
KECELAKAAN MAUT SAMARINDA - Petugas kepolisian menutupi bekas darah korban menggunakan pasir usai kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor dan truk pengangkut BBM di depan Kampus Untag, Jalan Ir. H. Juanda, Samarinda, Selasa (17/2/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Insiden kecelakaan maut yang melibatkan truk tangki BBM Solar Industri dan sepeda motor terjadi di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. 

Atau lokasi persisnya berada tepat di depan Kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Selasa (17/2/2026) siang.

Kecelakaan tragis ini mengakibatkan satu meninggal dunia di tempat, sementara sang anak dilarikan ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie dan dinyatakan meninggal dunia.

Kedua korban saat ini belum diketahui identitas pasti.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Depan Untag Samarinda, 1 Korban Meninggal di Tempat

Sopir truk tangki bernomor polisi B 9854 PFL, bernama Rudy Sihombing, membeberkan detik-detik sebelum insiden terjadi. Menurut pengakuannya, saat itu kondisi lalu-lintas sedang padat.

Tiba-tiba, motor Honda Scoopy hitam dengan nomor polisi KT 4871 BBA yang dikendarai korban mencoba mendahului kendaraan lain.

"Ibu itu nyalip sepeda motor lain dari sisi kiri. Setelah nyalip, dia masuk ke sisi sebelah kiri mobil saya," ungkap Ucok saat memberikan keterangan di TKP.

Nahas, motor korban diduga menyenggol bagian belakang sebelah kiri truk hingga hilang kendali. 

"Langsung jatuh dan masuk ke bawah ban belakang sisi kiri. Begitu terasa ada benturan, saya langsung berhenti, tapi kondisinya (meninggal dunia)," tuturnya.

Diketahui, truk milik PT Pantai Subur tersebut merupakan truk roda enam berwarna putih-biru.

Truk tersebut sedang dalam perjalanan dari Sangkulirang, Kutai Timur, menuju Palaran, Samarinda dalam kondisi tanpa muatan (kosong).

"Dari sangkulirang mau ke palaran,muatan kosong," katanya. 

Sementara itu, Fadlan yang merupakan Pengurus dari PT Pantai Subur yang ditemui dilokasi mengatakan akan siap bertanggung jawab atas insiden maut tersebut. 

"Intinya pihak kami (PT Pantai Subur) bertanggung jawab untuk korban," ucapnya. 

Ia bilang akan melakukan pendekatan kekeluargaan antara Perusahaan dan pihak keluarga korban terlebih dahulu. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved