Jumat, 8 Mei 2026

Ibu Kota Negara

Menteri Agama Nasaruddin Umar Berharap IKN Jadi Kota yang Dirindukan

Di tengah pembangunan IKN, momentum spiritual hadir saat Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memimpin salat subuh di Masjid Negara IKN, Sabtu (21/2/2026)

Tayang:
TRIBUN KALTIM/OIKN
MASJID IKN - Malam Ramadan benar-benar terasa di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ribuan orang memadati Masjid Negara pada Rabu (18/2/2026) malam, menunaikan Tarawih 1 Ramadan 1447 Hijriah di jantung kawasan IKN. (HO/OIKN) 

Ringkasan Berita:
  • Masjid Negara IKN diresmikan sebagai “masjid kembar” Istiqlal, dengan konektivitas digital untuk kajian keagamaan secara real-time.
  • IKN diproyeksikan menjadi pusat kaderisasi ulama wilayah timur, melalui program LPDP dan PKU.
  • Menag berharap IKN tumbuh sebagai kota mahbuub, yakni kota yang dicintai, dengan pembangunan fisik yang berpadu nilai spiritual.

TRIBUNKALTIM.CO -  Di tengah pembangunan masif Ibu Kota Nusantara (IKN), sebuah momentum spiritual hadir saat Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memimpin salat subuh berjemaah di Masjid Negara IKN, Sabtu (21/2/2026).

Masjid ini berdiri megah dengan kubah berbentuk sorban, menjadi simbol perpaduan antara tradisi dan modernitas.

Kehadiran Menag bukan sekadar seremoni, melainkan membawa misi besar: menjadikan Masjid Negara IKN sebagai “masjid kembar” bagi Masjid Istiqlal Jakarta, yang akan terhubung secara digital dan spiritual.

Baca juga: 20 PAUD dan SD di IKN Dibekali Program Peningkatan Kualitas hingga 2027

Di sela rimbunnya belantara Kalimantan yang tengah bersalin rupa menjadi pusat peradaban, sebuah narasi spiritual mulai dipahatkan.

Sabtu subuh (21/2/2026), kabut tipis masih menyelimuti cakrawala saat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, berdiri di mihrab Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN).

Di bawah kubah megah berbentuk sorban, Menag mengimami barisan jemaah, membawa misi besar: meniupkan ruh ke dalam raga bangunan-bangunan yang tengah melesat di IKN.

Kehadiran Menag membawa misi menyatukan dua kutub spiritual Indonesia, menjadikan Masjid Negara IKN sebagai "masjid kembar" bagi Masjid Istiqlal Jakarta.

Sebuah jembatan metaforis yang menghubungkan Barat dan Timur melalui konektivitas batin dan teknologi.

Jembatan Spiritual Digital

Visi "masjid kembar" dirancang dengan mengintegrasikan program keagamaan yang tak terputus antara Jakarta dan IKN.

Melalui teknologi real-time, setiap kajian ilmu yang berpendar di Istiqlal akan bergaung secara bersamaan di Masjid Negara IKN, begitu pula sebaliknya.

Baca juga: Menteri Agama Tarawih di Masjid Negara IKN, Sampaikan Rencana Program Pendidikan Kader Ulama

“Ilmu apa pun yang kita terima di Masjid Istiqlal, ini akan terhubung dengan apa yang kita terima di masjid ini. Kalau di sini saya hadir, maka Istiqlal-nya adalah Zoom. Kalau saya di Istiqlal, maka di sini Zoom,” ujar Nasaruddin. 

Lebih dari sekadar layar digital, sinergi ini juga merambah pada penguatan kualitas sumber daya manusia.

IKN diproyeksikan menjadi poros baru kaderisasi ulama untuk wilayah Indonesia Timur melalui program beasiswa LPDP dan Pendidikan Kader Ulama (PKU), melengkapi peran yang selama ini telah dijalankan oleh Istiqlal untuk wilayah Barat. 

IKN sebagai Kota Mahbuub

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved