Minggu, 7 Juni 2026

Berita Kutim Terkini

Pembangunan Masjid H Bolly di Kawasan Pelabuhan Kenyamukan Kutai Timur Terus Dikebut

Meski status awalnya merupakan inisiatif keluarga, Masjid ini dirancang dengan konsep terbuka

Tayang:
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co/Nurila Firdaus
PEMBANGUNAN MASJID - Pembangunan Masjid H Bolly yang berlokasi di Pelabuhan Kenyamukan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Kesibukan di area Pelabuhan Kenyamukan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur kini tidak hanya soal aktivitas logistik dan wisata bahari. 

Progres pembangunan sebuah Masjid H Bolly di kawasan tersebut terus menunjukkan kemajuan signifikan demi memberikan kenyamanan bagi umat muslim yang melintas.

Pembangunan rumah ibadah ini menjadi angin segar bagi warga lokal maupun pengunjung pelabuhan. 

Mengingat lokasi pelabuhan yang cukup jauh dari pusat kota, keberadaan Masjid yang representatif memang sudah lama dinantikan untuk memfasilitasi kebutuhan ibadah secara tepat waktu.

Baca juga: Pemkab Kutim Siapkan Revitalisasi Puskesmas Sangatta Utara, Fasilitas Lebih Modern

Meski status awalnya merupakan inisiatif keluarga, Masjid ini dirancang dengan konsep terbuka. Hal ini ditegaskan untuk memastikan bahwa setiap masyarakat yang beraktivitas di sekitar pelabuhan memiliki akses yang setara untuk menjalankan kewajiban lima waktu.

"Ini memang Masjid keluarga, tapi terbuka untuk masyarakat. Siapa pun boleh datang dan beribadah di sini," ungkap Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, Senin (23/2/2026).

Secara teknis, Masjid ini diproyeksikan memiliki daya tampung yang cukup luas, yakni mencapai 300 jemaah. 

Kapasitas tersebut dinilai ideal mengingat terdapat sekitar 60 kepala keluarga yang menetap di wilayah sekitar, ditambah dengan arus wisatawan yang kerap memadati Kenyamukan saat sore hari.

Fokus pengerjaan saat ini masih menyasar pada elemen-elemen krusial bangunan. Para pekerja nampak masih menyelesaikan tahap pengecoran lantai serta pembangunan fasilitas penunjang seperti area wudu, toilet, hingga hunian bagi imam Masjid nantinya.

"Jangan sampai orang kesulitan mencari tempat ibadah. Minimal ada tempat untuk salat Magrib atau Isya sebelum berangkat (dari pelabuhan)," jelasnya.

Kebutuhan akan tempat salat yang dekat memang sangat dirasakan, terutama bagi warga yang sering tertahan hingga malam hari di area pelabuhan. Sebelumnya, mereka harus menempuh jarak yang lumayan jauh hanya untuk mengejar waktu salat Magrib maupun Isya.

Hingga hari ini, Masjid tersebut belum difungsikan secara rutin untuk salat berjemaah lima waktu karena alasan kelayakan fasilitas yang masih dalam tahap perampungan. Namun, target besar telah ditetapkan agar Masjid ini segera hidup dengan berbagai aktivitas keagamaan.

Jika seluruh fasilitas utama telah rampung 100 persen, pihak pengelola berencana membuka Masjid ini secara penuh untuk umum. Bahkan, Masjid ini dipersiapkan untuk menjadi lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri maupun Idul Adha bagi masyarakat Kenyamukan dan sekitarnya.

"Kita ingin Masjid ini hidup dan bermanfaat untuk masyarakat luas," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved