Berita Kaltim Terkini
DPRD Kaltim Nilai Pengadaan Mobil Dinas Perlu, Pokja 30: Logika Terbalik!
Pengadaan mobil dinas Rp8,5 miliar untuk gubernur menuai kritik tajam di tengah keluhan infrastruktur rusak
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Pengadaan mobil dinas gubernur Rp8,5 miliar menuai kritik dari aktivis.
- DPRD Kaltim menilai pengadaan sesuai mekanisme dan efisiensi jangka panjang.
- Perdebatan muncul karena kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah masih rusak.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim dengan nilai sekitar Rp8,5 miliar memicu polemik publik.
Di tengah keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur, khususnya jalan rusak di berbagai wilayah Kalimantan Timur, kebijakan belanja kendaraan dinas bernilai miliaran rupiah dinilai sebagai bentuk ketidaktepatan prioritas anggaran daerah.
Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) 30 Kaltim, Buyung Marajo, melontarkan kritik keras terhadap kebijakan tersebut.
Ia menilai, pengadaan kendaraan mewah di tengah persoalan konektivitas dan infrastruktur yang belum tuntas mencerminkan “logika terbalik” dalam pengelolaan anggaran daerah.
"Kalau sudah 5-7 tahun sudah tidak layak pakai, apa kabar jalan yang sudah rusak bertahun-tahun di Kaltim?,” tukas Buyung, Senin (23/2/2026).
Baca juga: Gubernur Kaltim Buka Suara Soal Mobil Dinas SUV Hybrid Rp8,5 Miliar, Rudy Masud: Demi Marwah Kaltim
Kritik Prioritas Anggaran
Lebih lanjut, Buyung mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan masalah konektivitas di Bumi Etam.
Menurutnya, alasan mobilitas pejabat tidak sebanding dengan penderitaan rakyat yang setiap hari melewati jalan rusak.
Ia alasan bahwa mobil dinas perlu diganti karena faktor usia, sementara jalanan umum di Kaltim sudah rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan yang tuntas.
"Namanya konektivitas itu ya masalahnya jalan, ya dibagusin dan diperbaiki, ini malah beli mobil," tegasnya.
Menurut Buyung, jangan fasilitasi mewah malam membuat rakyat yang mengalah demi kepentingan pejabat.
Baca juga: Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud: Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Rp 8,5 M Sudah Sesuai Mekanisme
DPRD Kaltim Sebut Sesuai Mekanisme
Kritik juga merupakan respons atas pernyataan Ketua DPRD Kaltim yang sebelumnya yang terkesan membela pengadaan mobil tersebut dengan dalih kelayakan fasilitas penunjang kerja.
Namun bagi Pokja 30, alasan tersebut sangat melukai perasaan masyarakat, terutama mereka yang berada di pedalaman dan pesisir Kaltim yang masih terisolasi akibat akses jalan yang buruk.
"Ini yang ditambah malah fasilitas Gubernur dan Ketua DPRD. Jangan logika terbalik,” tandas Buyung.
| POPULER KALTIM: Penutupan 74 Dapur MBG di Kaltim dan Kenaikan Harga Plastik |
|
|---|
| Ahmad Rustam jadi Ketua Himas Kaltim, Siap Dorong Kegiatan Sosial hingga Gali Ekonomi |
|
|---|
| Hibah Olahraga Kaltim 2026 Cair Lebih Cepat, KONI Terima Rp16,5 Miliar |
|
|---|
| 10 Provinsi dengan Pemuda Belum Menikah Terbanyak 2025, Kaltim Masuk Daftar BPS |
|
|---|
| DPRD Kaltim Soroti Transisi Mal Lembuswana, Jangan Sampai Tekor Rp2,8 Miliar per Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260223-Ketua-DPRD-Kaltim-HasanuddinMasud.jpg)