Rabu, 29 April 2026

Jelang Mudik Lebaran

Dishub Kutim Mulai Petakan Titik Rawan Longsor dan Macet Jelang Arus Mudik Lebaran 2026

Fokus utama saat ini adalah memastikan keamanan kendaraan melalui inspeksi keselamatan atau ramp check serta memetakan titik-titik rawan

|
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.co/Nurila Firdaus
JELANG MUDIK LEBARAN - Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kutai Timur, Zulkarnain, mengungkapkan bahwa meski lonjakan penumpang belum mencapai puncaknya, aktivitas kendaraan travel lintas provinsi maupun kabupaten sudah mulai terlihat meningkat di jalan-jalan protokol Sangatta menuju Samarinda maupun arah sebaliknya. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur mulai melakukan langkah proaktif dalam menyambut arus mudik Lebaran 2026.

Fokus utama saat ini adalah memastikan keamanan kendaraan melalui inspeksi keselamatan atau ramp check serta memetakan titik-titik rawan di sepanjang jalur poros Kutai Timur.

Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kutai Timur, Zulkarnain, mengungkapkan bahwa meski lonjakan penumpang belum mencapai puncaknya, aktivitas kendaraan travel lintas provinsi maupun kabupaten sudah mulai terlihat meningkat di jalan-jalan protokol Sangatta menuju Samarinda maupun arah sebaliknya.

Pihak Dishub juga telah menerima koordinasi terkait angkutan Lebaran tahun ini.

Baca juga: Mendukung Kelancaran Arus Mudik Lebaran, PPK 2.2 Kaltim Perbaiki Jalan Bontang-Sangatta-SP Perdau

Selain pemeriksaan kelaikan armada, pantauan lapangan dalam dua minggu terakhir menunjukkan tren pergerakan masyarakat yang mulai mencicil kepulangan lebih awal untuk menghindari penumpukan di puncak arus mudik.

"Kami baru saja membicarakan masalah ramp check kendaraan. Setelah itu, baru nanti kami bahas lebih detail mengenai proyeksi lonjakan arus bolak-balik penumpang. Pemantauan saya beberapa hari ini di jalan, armada travel sudah mulai lumayan padat melintas dari Sangatta menuju Samarinda," ujar Zulkarnain saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2026).

Mengenai titik rawan kemacetan, Zulkarnain menjelaskan bahwa jalur poros nasional di Kutai Timur relatif lancar.

Kemacetan justru sering terjadi di dalam area perkantoran atau jalan kabupaten, terutama di titik-titik pasar tumpah atau lokasi penjualan takjil selama bulan Ramadan.

Namun, tantangan terbesar bagi para pemudik tahun ini bukanlah kemacetan, melainkan kondisi infrastruktur jalan yang rentan longsor.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Mudik Lebaran Lebih Murah? Pemerintah Tanggung 100 Persen Pajak Tiket Pesawat

Beberapa titik di jalur nasional menuju Kecamatan Wahau dan arah Sangkulirang menjadi atensi khusus karena kondisi tanah yang tidak stabil di beberapa bagian jalan yang rusak.

Untuk jalan poros nasional sebenarnya tidak ada macet yang berarti, tapi yang perlu diwaspadai adalah titik longsor.

"Arah dari Sangatta ke Sangkulirang banyak yang longsor, begitu juga arah ke Wahau. Kami imbau pemudik dan sopir taksi agar tidak ugal-ugalan karena banyak titik longsor yang tidak terduga," tegasnya.

Dishub Kutim juga memberikan perhatian khusus pada gerbang masuk kabupaten, yakni kawasan Kecamatan Teluk Pandan. 

Area ini dianggap rawan jika terjadi kendala teknis seperti kendaraan mogok atau kecelakaan, mengingat statusnya sebagai jalur utama penghubung antar kabupaten yang sangat padat.

Terkait fasilitas pendukung, Zulkarnain memastikan bahwa rambu-rambu lalu lintas di bawah kewenangan kabupaten telah terpasang secara baik.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Baca Juga
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved