Jelang Mudik Lebaran
Mudik 2026, Jalur Samarinda–Bontang Rawan Lumpuh, Polisi Siapkan Pos di KM 59
Jalur Samarinda–Bontang dipetakan rawan lumpuh saat mudik 2026, polisi siapkan pos tambahan di KM 59 Marangkayu.
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Polisi dirikan pos pemantauan di KM 59 dan simpang portal Marangkayu.
- Tanjakan curam dan truk gagal menanjak jadi pemicu kemacetan panjang.
- Rekayasa lalu lintas disiapkan lewat jalur alternatif pesisir.
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Jalur poros Samarinda–Bontang dipetakan sebagai salah satu titik rawan kemacetan menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Kepolisian menilai ruas penghubung Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur, dengan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur itu berpotensi lumpuh apabila kendaraan berat kembali gagal menanjak seperti yang terjadi awal tahun ini.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Satlantas Polres Bontang menyiapkan pos tambahan di rest area Kilometer 59 serta di simpang portal Marangkayu.
Dua titik ini dinilai krusial karena berada di jalur tanjakan yang kerap menjadi lokasi kendaraan besar kehilangan tenaga.
Baca juga: Macet 14 Jam di Jalur Bontang–Samarinda Terurai, Kondisi Terkini Truk Trailer yang Gagal Menanjak
Kasatlantas Polres Bontang Ajun Komisaris Polisi Purwo Asmadi mengatakan persiapan pengamanan arus mudik tengah dibahas dan akan dilaksanakan melalui Operasi Ketupat dalam waktu dekat.
“Kami bakal mendirikan pos tambahan untuk pemantauan jalur poros, lokasi rest area Kilometer 59,” kata Purwo, kepada TribunKaltim.co Kamis, (26/2/2026).
Selain di Kilometer 59, pos juga akan berdiri di simpang portal Marangkayu yang masih masuk wilayah hukum Polres Bontang.
Area tersebut dikenal sebagai tanjakan curam yang rawan kendaraan besar tersendat hingga melintang di badan jalan.
Menurut Purwo, persoalan di jalur poros bukan semata soal kerusakan jalan.
Baca juga: Truk Gagal Menanjak di Gunung Hantu Jalur Bontang–Samarinda, Terungkap Barang yang Diangkut
Kombinasi tanjakan curam, permukaan jalan berlubang, serta tingginya lalu lintas kendaraan berat memperbesar potensi kecelakaan dan kemacetan panjang.
“Truk trailer sering tidak kuat menanjak, lalu melintang dan menutup badan jalan. Kalau sudah begitu, arus dari dua arah langsung tersendat,” ujarnya.
Rangkaian insiden pada Januari 2026 menjadi peringatan dini.
Pada 7 Januari, truk pengangkut tiang beton gagal menanjak di Kilometer 59 Desa Perangat, Kecamatan Marangkayu, dan menutup akses dua arah hingga lalu lintas lumpuh total.
Peristiwa serupa kembali terjadi pada 16 Januari di Kilometer 68.
Baca juga: Video Viral, Truk Melintang di Jalan Poros Bontang - Samarinda Bikin Macet Panjang
Truk kontainer tak mampu menanjak dan proses evakuasi memakan waktu hampir delapan jam.
| Bandara Sepinggan Balikpapan Diserbu Pemudik, Penumpang Tembus 19 Ribu Sehari |
|
|---|
| Mudik Lebaran 2026: Penumpang Mengadu ke Menhub, Tiket Pesawat Balikpapan-Jakarta Mahal |
|
|---|
| Kapolda Kaltim Tinjau Posko Mudik Balikpapan, Pastikan Transportasi Laut dan Udara Lancar |
|
|---|
| Basarnas Siaga Tim Patroli Darat dan Laut, Antisipasi Lonjakan Pengunjung IKN Saat Libur Lebaran |
|
|---|
| Terminal Samarinda Seberang Tidak Melayani Keberangkatan Tepat di Hari H Lebaran Idul Fitri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250924_Gunung-Hantu_jalan-Samarinda-Bontang_Kaltim_Kalimantan-Timur.jpg)