Senin, 18 Mei 2026

Jelang Mudik Lebaran

Mudik 2026, Jalur Samarinda–Bontang Rawan Lumpuh, Polisi Siapkan Pos di KM 59

Jalur Samarinda–Bontang dipetakan rawan lumpuh saat mudik 2026, polisi siapkan pos tambahan di KM 59 Marangkayu.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN
JALUR RAWAN LUMPUH - Ilustrasi kecelakaan truk trailer di Gunung Hantu, jalan poros Samarinda-Bontang. Jalur poros Samarinda–Bontang dipetakan sebagai salah satu titik rawan kemacetan menjelang arus mudik Lebaran 2026.(TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN) 

Ringkasan Berita:
  • Polisi dirikan pos pemantauan di KM 59 dan simpang portal Marangkayu.
  • Tanjakan curam dan truk gagal menanjak jadi pemicu kemacetan panjang.
  • Rekayasa lalu lintas disiapkan lewat jalur alternatif pesisir.

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Jalur poros Samarinda–Bontang dipetakan sebagai salah satu titik rawan kemacetan menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Kepolisian menilai ruas penghubung Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur, dengan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur itu berpotensi lumpuh apabila kendaraan berat kembali gagal menanjak seperti yang terjadi awal tahun ini.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Satlantas Polres Bontang menyiapkan pos tambahan di rest area Kilometer 59 serta di simpang portal Marangkayu.

Dua titik ini dinilai krusial karena berada di jalur tanjakan yang kerap menjadi lokasi kendaraan besar kehilangan tenaga.

Baca juga: Macet 14 Jam di Jalur Bontang–Samarinda Terurai, Kondisi Terkini Truk Trailer yang Gagal Menanjak

Kasatlantas Polres Bontang Ajun Komisaris Polisi Purwo Asmadi mengatakan persiapan pengamanan arus mudik tengah dibahas dan akan dilaksanakan melalui Operasi Ketupat dalam waktu dekat.

“Kami bakal mendirikan pos tambahan untuk pemantauan jalur poros, lokasi rest area Kilometer 59,” kata Purwo, kepada TribunKaltim.co Kamis, (26/2/2026).

Selain di Kilometer 59, pos juga akan berdiri di simpang portal Marangkayu yang masih masuk wilayah hukum Polres Bontang.

Area tersebut dikenal sebagai tanjakan curam yang rawan kendaraan besar tersendat hingga melintang di badan jalan.

Menurut Purwo, persoalan di jalur poros bukan semata soal kerusakan jalan.

Baca juga: Truk Gagal Menanjak di Gunung Hantu Jalur Bontang–Samarinda, Terungkap Barang yang Diangkut

Kombinasi tanjakan curam, permukaan jalan berlubang, serta tingginya lalu lintas kendaraan berat memperbesar potensi kecelakaan dan kemacetan panjang.

“Truk trailer sering tidak kuat menanjak, lalu melintang dan menutup badan jalan. Kalau sudah begitu, arus dari dua arah langsung tersendat,” ujarnya.

Rangkaian insiden pada Januari 2026 menjadi peringatan dini.

Pada 7 Januari, truk pengangkut tiang beton gagal menanjak di Kilometer 59 Desa Perangat, Kecamatan Marangkayu, dan menutup akses dua arah hingga lalu lintas lumpuh total.

Peristiwa serupa kembali terjadi pada 16 Januari di Kilometer 68.

Baca juga: Video Viral, Truk Melintang di Jalan Poros Bontang - Samarinda Bikin Macet Panjang

Truk kontainer tak mampu menanjak dan proses evakuasi memakan waktu hampir delapan jam.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved