Berita Berau Terkini
Dokter RSUD Abdul Rivai Berau Jelaskan Manfaat Puasa Ramadan bagi Kesehatan Jantung dan Mental
Dokter RSUD Abdul Rivai jelaskan manfaat puasa Ramadan bagi metabolisme, mental, dan tips aman bagi pasien kronis
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Puasa Ramadan dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan profil lipid.
- Pola makan seimbang dan hidrasi cukup menjadi kunci manfaat kesehatan.
- Pasien kronis disarankan konsultasi dokter sebelum menjalani puasa.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Manfaat puasa Ramadan bagi kesehatan tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga berdampak langsung pada sistem metabolisme tubuh.
Menurut Dokter Putri dari RSUD Abdul Rivai, perubahan pola makan, waktu tidur, dan aktivitas fisik selama Ramadan memicu adaptasi fisiologis yang justru dapat memberikan efek positif jika dijalankan dengan pola yang tepat.
“Secara metabolik, saat kita berpuasa, tubuh akan beralih menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi karena tidak ada asupan makanan selama beberapa jam. Proses ini dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol kadar gula darah,” ujar Dokter Putri saat diwawancarai TribunKaltim.co, Jumat (1/3/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya perbaikan profil lipid selama Ramadan, seperti penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, terutama jika diiringi pola makan yang seimbang.
Dampak Psikologis dan Kesejahteraan Mental
Tak hanya berdampak pada fisik, puasa juga memberikan manfaat psikologis. Aktivitas spiritual yang menyertai Ramadan dinilai mampu menurunkan tingkat stres serta meningkatkan kesejahteraan mental.
Baca juga: Sekkab Berau Dorong BUMK Jadi Motor Ekonomi Kampung
“Praktik puasa yang disertai aktivitas spiritual dapat membantu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan mental. Jadi manfaatnya bukan hanya pada tubuh, tetapi juga pada kesehatan jiwa,” tambahnya.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum refleksi diri yang turut memengaruhi keseimbangan emosional seseorang.
Meski demikian, Dokter Putri menekankan bahwa manfaat tersebut sangat bergantung pada pola makan saat sahur dan berbuka. Ia menganjurkan konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum agar energi stabil sepanjang hari.
Asupan protein dari telur, ikan, ayam, dan kacang-kacangan juga penting untuk menjaga massa otot serta mendukung regenerasi sel. Selain itu, serat dari buah dan sayur berperan menjaga kesehatan pencernaan.
“Sebaliknya, batasi makanan tinggi gula sederhana, lemak berlebih, dan garam karena bisa memicu lonjakan gula darah, gangguan pencernaan, hingga dehidrasi,” jelasnya.
Baca juga: Dana Desa Berau 2026 Anjlok, Rp57 Miliar Dialihkan ke Koperasi Merah Putih
Aspek hidrasi menjadi perhatian khusus, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Tubuh tetap kehilangan cairan meski tidak makan dan minum.
Karena itu, masyarakat dianjurkan mengonsumsi delapan hingga sepuluh gelas air putih secara bertahap antara waktu berbuka hingga sahur, serta membatasi minuman berkafein.
Selain itu, keseimbangan aktivitas fisik dan istirahat juga penting. Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau peregangan dianjurkan setelah berbuka.
“Waktu tersebut relatif aman karena tubuh sudah mendapatkan asupan energi dan cairan,” katanya.
| Disbudpar Berau Rancang Spot Wisata Baru di Labuan Cermin untuk Kurangi Kepadatan |
|
|---|
| Terhimpit Ekonomi, Pria 42 Tahun Nekat Edarkan Sabu Ditangkap Polres Berau |
|
|---|
| Jalan Hulu Kecamatan Kelay Berau Kembali Terputus, Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat |
|
|---|
| DPRD Berau Tanggapi Kekosongan Jabatan OPD karena ASN Pensiun, Sumadi: Harus Segera Diantisipasi |
|
|---|
| Tepian Tanjung Redeb Berau Bakal Dipoles Dilengkapi Fasilitas Baru, Pintu Masuk Wisatawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260301_Dokter-Putri-RSUD-Abdul-Rivai-Berau.jpg)