Jumat, 8 Mei 2026

Viral Lokal

Viral Aksi 'Hantu Kacak' di Perum Karpotek Samarinda, Begini Nasib Pelaku Sekarang

Pelaku “Hantu Kacak” yang meresahkan warga Perum Karpotek Samarinda akhirnya ditangkap polisi. Ini fakta modus dan kronologi singkatnya.

Tayang:
Editor: Doan Pardede
Instagram Linimasa Samarinda
HANTU KACAK VIRAL - Pelaku “Hantu Kacak” yang meresahkan warga Perum Karpotek Samarinda akhirnya ditangkap polisi. Ini fakta modus dan kronologi singkatnya. 
Ringkasan Berita:
  • Pelaku “Hantu Kacak” yang meresahkan warga Perum Karpotek Samarinda akhirnya berhasil ditangkap polisi. 
  • Pelaku diduga melakukan aksi pelecehan seksual dengan modus mendekati korban menggunakan sepeda motor, meremas bagian sensitif, lalu melarikan diri. 
  • Penangkapan ini disambut lega oleh warga setempat.

TRIBUNKALTIM.CO – Pelaku yang dikenal dengan sebutan “Hantu Kacak” dan sempat meresahkan warga Perum Karpotek, Samarinda, akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian.

Informasi penangkapan pelaku salah satunya diunggah akun Instagram #linimasa_samarinda_ pada, Selasa (3/3/2026).

Penangkapan ini disambut lega oleh warga yang sebelumnya merasa khawatir atas aksi pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan mereka.

Istilah “Hantu Kacak” sendiri bukan merujuk pada makhluk halus dalam mitologi, melainkan sebutan bagi pelaku begal payudara yang beraksi secara tiba-tiba dan melarikan diri dengan cepat setelah melakukan perbuatannya.

Baca juga: Viral! Detik-detik Pemancing di Bontang Berhasil Angkat Ikan Marlin 20 Kilogram

Aksi Resahkan Warga Perum Karpotek

Pelaku diduga menjalankan aksinya di kawasan perumahan dengan menyasar perempuan yang melintas, terutama di lokasi yang relatif sepi.

Modus yang digunakan umumnya:

  • Menggunakan sepeda motor.
  • Mendekati korban secara tiba-tiba.
  • Meremas bagian sensitif korban.
  • Kabur dengan cepat usai beraksi.

Aksi tersebut membuat warga Perum Karpotek resah dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi perempuan yang beraktivitas di luar rumah.

Asal-usul Istilah “Kacak”

Kata “kacak” berasal dari bahasa Melayu atau bahasa daerah setempat yang berarti memegang atau meremas.

Istilah ini kemudian digunakan untuk menggambarkan tindakan pelaku yang melakukan pelecehan seksual secara cepat dan mendadak.

Kasus serupa sebelumnya juga sempat viral di sejumlah wilayah Kalimantan Timur seperti Samarinda, Bontang, dan Tenggarong.

Baca juga: Viral! Driver Ojol Tolak Penumpang SMP Big Size Sambil Bikin Konten, Kini Klarifikasi dan Minta Maaf

Warga Apresiasi Gerak Cepat Polisi

Penangkapan pelaku mendapat apresiasi dari masyarakat yang berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

Warga juga diimbau untuk tetap waspada serta segera melapor apabila menemukan tindakan mencurigakan di lingkungan sekitar.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk kerja sama dengan aparat penegak hukum.

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved