Sabtu, 2 Mei 2026

Bus Tabrak Tiang Listrik di Samarinda

Kronologi Bus Pariwisata yang Hantam Pembatas Jalan di Sungai Kunjang Samarinda

Bus berwarna merah tersebut ringsek setelah menabrak pembatas jalan dan tiang listrik di depan diler Honda

Tayang:
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co
KECELAKAAN DI SAMARINDA - Kecelakaan tunggal menimpa sebuah bus pariwisata Goraya bernomor polisi N 7052 UA di Jalan Untung Suropati, Kelurahan Sungai Kunjang, Senin (8/3/2026) pagi. (TRIBUNKALTIM.CO/Muhammad Farikhin)  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kecelakaan tunggal menimpa sebuah bus pariwisata Goraya bernomor polisi N 7052 UA di Jalan Untung Suropati, Kelurahan Sungai Kunjang, Senin (8/3/2026) pagi. 

Bus berwarna merah tersebut ringsek setelah menabrak pembatas jalan dan tiang listrik di depan diler Honda akibat mengalami rem blong.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Saat kejadian, bus sedang tidak membawa penumpang.

Baca juga: BREAKING NEWS: Diduga Rem Blong, Bus Pariwisata Hantam Tiang Listrik di Samarinda

“Korban jiwa nihil karena bus dalam keadaan kosong. Hanya sopir yang berada di dalam kendaraan dan mengalami luka,” ujar Iptu Ismail.

Kecelakaan ini sempat memicu kemacetan panjang di ruas Jalan Untung Suropati. Guna mengatasi penumpukan kendaraan, sejumlah personel Satlantas Polresta Samarinda dikerahkan ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas.

“Saat ini petugas melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan di sekitar lokasi kejadian,” tambahnya.

Sebelumnya, bus yang dikemudikan oleh Hafid tersebut sedang melaju tanpa penumpang dari arah Samarinda Seberang melewati Jembatan Mahakam I. 

Hafid mengaku baru saja mengisi bahan bakar solar dan berencana memarkirkan kendaraannya di area Masjid Daruni’mah untuk menunggu pesanan sewa.

“Dari seberang sudah terasa ada yang tidak beres. Remnya blong, kopling juga tidak bisa difungsikan, jadi tidak bisa netral,” ujar saat ditemui ditkp.

Menyadari kondisi teknis yang membahayakan, Hafid berupaya tetap mengendalikan laju bus hingga melewati turunan jembatan. Ia bahkan sempat menghubungi rekannya untuk meminta bantuan pengganalan ban jika diperlukan.

Namun, saat mendekati lampu merah di bawah jembatan, Hafid terpaksa mengambil keputusan cepat demi menghindari tabrakan dengan kendaraan lain di depannya.

“Di depan masih ada mobil. Daripada menabrak kendaraan lain, saya paksa belok kiri,” tambahnya.

Akibat manuver tersebut, bus menabrak median taman dan tiang listrik hingga mengalami kerusakan parah pada bagian depan. tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Namun, sang sopir, Hafid, mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Samarinda untuk mendapatkan perawatan medis. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved