Senin, 27 April 2026

Berita Samarinda Terkini

62 Kasus Suspek Campak di Samarinda, Dinkes: Belum Ada yang Positif

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, mencatat sebanyak 62 kasus yang masuk kategori suspek campak.

TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
MASIH BERSTATUS SUSPEK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr Ismed Kusasih, memberikan penjelasan terkait kewaspadaan kasus suspek campak di Kota Samarinda. Dinkes memastikan hingga saat ini kasus yang ditemukan masih berstatus suspek dan menunggu hasil laboratorium, sementara capaian imunisasi yang tinggi dinilai telah membentuk kekebalan komunal di masyarakat. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Kesehatan Samarinda mencatat 62 kasus suspek campak, seluruhnya masih menunggu hasil uji laboratorium.
  • Pemerintah memastikan situasi masih aman karena cakupan imunisasi dinilai tinggi dan membentuk kekebalan komunal.
  • Dinas Kesehatan telah menerbitkan surat edaran ke puskesmas dan rumah sakit untuk meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, mencatat sebanyak 62 kasus yang masuk kategori suspek campak.

Meski demikian, hingga kini belum ada kasus yang dipastikan positif setelah melalui pemeriksaan laboratorium.

Pemerintah Kota Samarinda pun memastikan situasi masih dalam kondisi terkendali.

Seluruh kasus yang dilaporkan saat ini masih berstatus dugaan dan menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah benar merupakan penyakit campak.

Baca juga: 3 Cara Dinkes Cegah Campak di Kaltim agar Tidak Mewabah, Samarinda dan Balikpapan jadi Sorotan

Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, dr Ismed Kusasih, menjelaskan bahwa seluruh sampel dari kasus suspek telah dikirim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Hasil suspek kan harus dikirim ke lab di Kalimantan Selatan, jadi sampai sekarang juga kalau masih suspek. InsyaAllah kita di Samarinda aman,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Ismed mengatakan pihaknya tidak bermaksud mendahului hasil pemeriksaan laboratorium.

Namun ia menjelaskan bahwa apabila terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) biasanya ditandai dengan peningkatan kasus yang berlangsung selama tiga tahun berturut-turut. 

Baca juga: Kasus Campak Terdeteksi di Samarinda dan Balikpapan, Kemenkes Imbau Setop Sentuh Bayi saat Lebaran

Selain itu, menurutnya penyakit campak merupakan penyakit yang dapat dilindungi melalui vaksinasi.

“Kalau di Samarinda capaian imunisasinya bagus. Jadi sudah ada kekebalan komunal,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program imunisasi di Samarinda menjadi salah satu faktor penting yang diyakini mampu menahan potensi penyebaran penyakit tersebut.

Dengan cakupan vaksinasi yang cukup tinggi, masyarakat dinilai telah memiliki perlindungan kolektif atau kekebalan komunal.

Baca juga: Kasus Campak Muncul di Sejumlah Wilayah Balikpapan, Dinkes Percepat Imunisasi Anak

“Misal Covid, dulu berdasarkan jumlah penduduk sudah divaksin ada batas komunalnya. Sama seperti campak sekarang. Dari usia yang sudah divaksinasi campak sudah lumayan. Saya yakin meskipun sekarang masih 62 suspek yang dicurigai bukan positif campak. Di Kaltim terutama di Samarinda insyaAllah aman,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipatif, Dinas Kesehatan Samarinda juga telah menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kasus campak.

Edaran tersebut bertujuan memperkuat deteksi dini, pelaporan kasus, serta koordinasi antar fasilitas kesehatan apabila terjadi peningkatan kasus.

“Edarannya sudah saya tanda tangani untuk di-share ke faskes dan di RS. Kalau misal ada kasus peningkatan kita pasti berkomunikasi,” katanya.

Baca juga: 62 Warga Samarinda Suspek Campak, Dinkes Instruksikan Penanganan Cepat 24 Jam

Di sisi lain, Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan pentingnya imunisasi, terutama bagi anak-anak.

Hal ini dinilai krusial mengingat penyakit campak paling banyak menyerang kelompok usia bayi dan balita.

Terlebih, dalam waktu dekat masyarakat akan memasuki momentum libur panjang dan mobilitas tinggi menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kalau sudah waktunya divaksin campak ya laksanakan,” tutur Ismed.

Baca juga: Kaltim Masuk 10 Provinsi dengan Imunisasi Campak Tertinggi, Ini Daftar Provinsi Terendah 2025

Ia menegaskan bahwa langkah yang dilakukan pemerintah saat ini masih berada pada tahap kewaspadaan dan pencegahan.

“Sementara ini kita melihat dulu karena kasusnya masih antisipasi. Edaran ini sifatnya masih bersifat promotif preventif,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved