Mudik Lebaran
Dishub Berau Siapkan Armada dan Posko Terpadu untuk Hadapi Arus Mudik Lebaran
Dinas Perhubungan memastikan kesiapan transportasi darat dan laut untuk menghadapi arus mudik lebaran
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Perhubungan memastikan kesiapan transportasi darat dan laut untuk menghadapi arus mudik lebaran tahun ini di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
Sejumlah armada telah disiapkan guna melayani mobilitas masyarakat di berbagai rute utama.
Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Darat dan Sungai Dinas Perhubungan (Dishub) Berau Hendra mengatakan transportasi darat, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala UPT Terminal Provinsi dalam menyiapkan armada bus.
“Kami bersama Kepala UPT Terminal Provinsi menyiapkan sebanyak enam unit bus Damri yang akan melayani rute Samarinda - Berau, Berau - Tanjung Selor, serta Tanjung Redeb-Tanjung Batu pulang pergi,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: BBPJN Kaltim Percepat Perbaikan Jalan Kota Bangun-Muara Muntai Jelang Mudik Lebaran
Selain transportasi darat, kesiapan juga dilakukan pada sektor transportasi laut.
Dishub Berau menyiapkan puluhan kapal cepat untuk melayani masyarakat yang menuju kawasan wisata dan pulau-pulau sekitar.
“Untuk transportasi laut kami menyiapkan sekitar 25 unit speed boat yang akan melayani rute Tanjung Batu menuju Maratua dan Derawan,” katanya.
Sementara itu, untuk transportasi udara, pihaknya mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut terkait kesiapan armada dari pihak terkait.
“Untuk rute udara sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi terkait kesiapan transportasi,” tambahnya.
Terkait kebijakan khusus selama periode mudik Lebaran, Hendra menyebut kebijakan yang diterapkan masih bersifat normatif seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kebijakan khusus masih bersifat normatif saja. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, khususnya angkutan laut.
Baca juga: Pelabuhan Kariangau Balikpapan Tambah Trip Feri Saat Mudik Lebaran 2026
"Tidak ada kelangkaan transportasi yang menonjol,” jelasnya.
Mengenai pengawasan tarif tiket, pihaknya berharap tidak terjadi kenaikan harga pada angkutan laut.
Namun, untuk angkutan darat diperkirakan akan ada penyesuaian tarif.
“Harapan kami untuk transportasi laut tidak ada kenaikan tarif. Tetapi untuk angkutan darat, berdasarkan informasi dari Kepala UPT Terminal, kemungkinan akan ada perubahan tarif,” ungkapnya.
Ia juga memastikan akan membuka posko terpadu untuk mendukung kelancaran arus mudik.
Posko tersebut akan mulai beroperasi pada pertengahan Maret dengan melibatkan berbagai unsur.
“Posko pengamanan mulai tanggal 13 Maret akan ditempati oleh personel Dishub yang bergabung dengan TNI dan Polri,” katanya.
Selain itu, koordinasi antarinstansi disebut telah dilakukan jauh hari sebelumnya karena kegiatan pengamanan mudik merupakan agenda tahunan.
Koordinasi sudah terlebih dahulu dilaksanakan.
"Mengingat ini agenda tahunan, sehingga tidak menjadi permasalahan karena masing-masing instansi sudah memahami tugas dan fungsinya di pos penjagaan maupun pelayanan mudik Lebaran,” pungkasnya. (*)
| Momen Puncak Arus Balik di Pelabuhan Samarinda, Ada Penumpang Bingung Cari Penjemput |
|
|---|
| Operasi Ketupat Mahakam 2026, Mobilitas Perairan Balikpapan Meningkat Tajam |
|
|---|
| Arus Lalu-lintas Samarinda Meningkat, Arena Jembatan Mahkota 2 dan Big Mall jadi Titik Kepadatan |
|
|---|
| Mobilitas Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Kariangau Balikpapan Melandai tanpa Lonjakan Ekstrem |
|
|---|
| Arus Balik Lebaran H+4 Lebaran 2026 Lengang, Penumpang Pelabuhan Kariangau Turun 55 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240413_Mudik-Lebaran-di-Kaltim.jpg)