Senin, 13 April 2026

Berita Kaltim Terkini

Jembatan di Samarinda Sering Ditabrak, Ananda Moeis: Ganggu Ekonomi

Insiden kapal menabrak fender Jembatan Mahakam kembali menuai sorotan dari DPRD Kaltim.

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
GANGGU EKONOMI - Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis merespons insiden kapal tabrak jembatan. DPRD Kaltim mengingatkan dampak serius terhadap distribusi logistik dan ekonomi masyarakat jika kejadian serupa terus berulang. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

Ringkasan Berita:
  • DPRD Kaltim menyoroti insiden kapal menabrak fender Jembatan Mahakam di Samarinda.
  • Gangguan pada jembatan dinilai berpotensi menghambat distribusi logistik dan aktivitas ekonomi.
  • DPRD Kaltim meminta pengawasan ketat serta evaluasi sistem pengolongan kapal di Sungai Mahakam.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Insiden kapal menabrak fender yang tengah dibangun di Jembatan Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (8/3/2026) malam lalu memicu reaksi dari jajaran legislatif. 

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis menyuarakan agar kejadian yang terus berulang ini tidak sekadar persoalan ganti rugi kemudian berlalu begitu saja. 

Kekhawatiran mendalam terkait dampak ekonomi kerakyatan yang terancam jika infrastruktur vital tersebut terus-menerus mengalami kerusakan akibat insiden serupa menjadi poin penting.

Ia menegaskan bahwa jembatan-jembatan yang membentang di atas Sungai Mahakam, seperti Jembatan Mahakam, Jembatan Mahkota, dan terlebih lagi Jembatan Mahulu ialah urat nadi distribusi logistik bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Baca juga: Evaluasi Total Jembatan Mahakam Samarinda, Proyek Fender Terhambat Akibat Kerusakan Masif

Jembatan yang membentang diatas Sungai Mahakam ini sekadar penghubung antar wilayah di Kota Samarinda saja, melainkan sangat vital bagi perputaran ekonomi.

Ia menggarisbawahi bahwa gangguan pada jalur transportasi darat, akan berdampak langsung pada biaya hidup warga.

"Ini modal vitalnya Kalimantan Timuru ntuk transportasi penghubung dan ekonomi kemasyarakatan. Memang begitu seriusnya Samarinda ini menjadi penghubung akses antar Kabupaten/Kota, ini yang mesti disadari bersama,” ungkap Ananda Moeis kepada TribunKaltim.co, Kamis (12/3/2026). 

Jembatan Mahulu misalnya yang sempat terjadi insiden 3 kali tabrakan tongkang, hingga akhirnya mewajibkan adanya uji dinamis dengan menutup akses untuk melintas.

Baca juga: Kapolda Kaltim Soroti Kapal Tabrak Fender Jembatan Mahakam Samarinda

Kendaraan berat yang biasanya melintas kala itu mesti memutar jauh untuk mengantar logistik ke area pergudangan, pasar–pasar, bahkan tempat warga berusaha seperti gudang grosir dan distributor bahan pokok penting (bapokting).

Hal ini membuat ekonomi di beberapa wilayah sempat macet sehingga ada keterlambatan, belum lagi biaya yang dikeluarkan pengirim barang melonjak.

“Jalur distribusi, jalur logistik, transportasi kita utamanya di situ. Kalau jembatan bermasalah, dampaknya banyak, ekonomi kita tumbuh tapi melambat, distribusi logistik terhambat, ujung-ujungnya inflasi karena harga barang jadi naik," tegasnya.

Baca juga: Pelindo Minta Maaf Buntut Fender Jembatan Mahakam Disenggol, SDM Salah Ditindak Tegas

Soroti Kinerja Otoritas Maritim dan Sistem Pengolongan

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Pelindo dan instansi terkait lainnya. 

Ananda Moeis meminta dengan sangat, agar Standar Operasional Prosedur (SOP) pengolongan kapal, terutama terkait penggunaan kapal pandu (escort dan assist), dilaksanakan tanpa celah.

Aktivitas pengolongan mesti berjalan dengan kontrol waktu yang ketat, agar potensi kesalahan diminimalisir sehingga faktor keamanan harus menjadi prioritas utama demi menjaga ‘umur’ jembatan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved