Senin, 20 April 2026

Idul Fitri 2026

Jamin Kelancaran Arus Balik Lebaran 2026, BBPJN Kaltim Siaga di Titik Longsor Samboja

Menjelang puncak arus balik Lebaran 2026, sebanyak 2.500 kilometer jalan nasional di seluruh wilayah Kaltim terus disiagakan

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Nur Pratama
HO BBPJN Kaltim
ARUS BALIK LEBARAN - Jalan nasional Kota Bangun–Muara Muntai yang masuk dalam pengawasan BBPJN Kaltim semasa musim arus balik lebaran 2026 (HO BBPJN Kaltim) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat memastikan kenyamanan para pemudik. 

Menjelang puncak arus balik Lebaran 2026, sebanyak 2.500 kilometer jalan nasional di seluruh wilayah Kaltim terus disiagakan.

Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran lalu lintas bagi warga yang akan kembali dari kampung halaman menuju kota-kota besar di Kaltim maupun ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, menegaskan bahwa pemeliharaan infrastruktur ini mencakup jalan nasional, jalur perbatasan, hingga akses vital menuju IKN. 

Baca juga: Arus Libur Lebaran 2026, Rest Area Tol Samarinda–Balikpapan Padat, Kendaraan Mengular di Km 36

Dari total panjang tersebut, tingkat kemantapan jalan di Kaltim kini telah mencapai angka 87,24 persen.

"Secara keseluruhan kurang lebih 2.500 kilometer kami tangani, mulai dari perbatasan Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, hingga akses menuju IKN dan jalan tol di dalamnya," ujar Yudi, Selasa (24/3/2026).


Soroti 230 Titik Rusak dan Ancaman ODOL

Meski kondisi jalan secara umum mantap, BBPJN Kaltim tidak menampik masih adanya tantangan di lapangan. 

Tercatat ada sekitar 230 titik jalan yang mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat.

Kerusakan ini disinyalir banyak disebabkan oleh kendaraan bermuatan berlebih atau Over Dimension Over Load (ODOL). 

Menghadapi arus balik, BBPJN memprioritaskan penanganan pada jalur utama sepanjang 952 kilometer yang membentang dari arah Utara ke Selatan Kaltim.

"Sekitar 10 persen atau kurang lebih 96 kilometer jalur utama masih dalam kondisi rusak ringan dan berat, dan saat ini tengah kami tangani secara bertahap agar tidak menghambat kendaraan saat arus balik nanti," jelasnya.

Bagi pemudik yang akan melintasi jalur Samboja menuju IKN atau sebaliknya, perlu meningkatkan kewaspadaan. 

BBPJN Kaltim memberikan atensi khusus pada penanganan longsoran di ruas Samboja–Semoi 2, tepatnya di Kilometer 9+500.

Selain perbaikan fisik, teknologi juga dikerahkan untuk memantau pergerakan kendaraan secara real-time. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved