Rabu, 8 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Harga BBM Samarinda Masih Stabil, SPBU dan Eceran Belum Naik

Harga BBM di Samarinda masih stabil meski isu kenaikan beredar, aktivitas SPBU tetap normal tanpa antrean panjang

TRIBUN KALTIM/Raynaldi Paskalis
KENAIKKAN HARGA BBM - Potret antrian BBM di SPBU kawasan Jalan Diponegoro, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, menunjukkan suasana yang landai. Selasa (31/3/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

Ringkasan Berita:
  • Harga BBM di Samarinda masih stabil meski isu kenaikan beredar luas.
  • Aktivitas di SPBU tetap normal tanpa antrean panjang atau panic buying.
  • Pedagang eceran juga belum menaikkan harga karena stok dan harga beli masih stabil.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Harga BBM di Kota Samarinda, mulai dari SPBU hingga tingkat pedagang eceran, terpantau masih stabil dan belum mengalami kenaikan.

Meski sempat beredar isu harga mengalami kenaikan, aktivitas pengisian bahan bakar di lapangan tetap berjalan normal tanpa adanya antrean panjang kendaraan.

Penelusuran TribunKaltim.co di SPBU kawasan Jalan Diponegoro, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, menunjukkan suasana yang landai.

Tidak terlihat adanya penumpukan kendaraan yang berarti, dan informasi harga di mesin pengisian BBM masih menunjukkan angka yang normal.

Pengawas SPBU Jalan Diponegoro, Wahyu, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi mengenai penyesuaian harga dari pihak Pertamina.

Baca juga: Isu Kenaikan BBM Picu Antrean Panjang di SPBU Paser Jelang 1 April

Meskipun desas-desus mengenai kenaikan harga cukup santer terdengar di media sosial, operasional di lapangan tetap mengacu pada ketentuan harga normal.

"Kalau sejauh ini sih di SPBU Diponegoro ini untuk kenaikan dan penurunan harga masih belum ada info resminya dari Pertamina," ujar Wahyu, Selasa (31/3/2026).

Harga BBM Masih di Level Normal

Saat ini, kata Wahyu, harga Pertalite masih dipatok di angka Rp10.000 per liter, sementara Pertamax berada di level Rp12.600 per liter.

Wahyu menambahkan bahwa meskipun biasanya terdapat fluktuasi harga untuk BBM non-subsidi di awal bulan, perubahannya cenderung tipis, yakni hanya berkisar antara Rp100 hingga Rp200 per liter.

Kondisi pelayanan pun dipastikan tetap stabil tanpa adanya panic buying dari masyarakat.

Baca juga: Isu Kenaikan Harga Menguat, Warga Balikpapan Ramai-ramai Isi Full Tangki BBM Eceran

"Kalau kondisi di lapangan sejauh ini masih tertib saja, aman, antreannya juga tidak begitu ramai. Pada isu sebelumnya belum ada yang parah," lanjutnya.

Warga Diminta Tidak Terpengaruh Isu

Wahyu juga menyadari adanya kekhawatiran di tengah masyarakat. Beberapa konsumen sempat melontarkan pertanyaan terkait kepastian harga di masa mendatang.

Menanggapi hal tersebut, pihak SPBU mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum valid.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved