Jumat, 15 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Harga Plastik Naik di Balikpapan, Pedagang Terjepit dan Penjualan Turun

Harga plastik di Balikpapan terus naik pasca Lebaran, pedagang kesulitan bertahan dan penjualan menurun

Tayang:
Penulis: Dwi Ardianto | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUN KALTIM/Dwi Ardianto
HARGA PLASTIK NAIK - Kenaikan harga kebutuhan kemasan plastik dikeluhkan para pedagang di Balikpapan. Lonjakan harga yang terjadi sejak menjelang hingga pasca Lebaran membuat pedagang kesulitan menjaga stabilitas harga jual, sekaligus berdampak pada menurunnya jumlah pembeli. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

Ringkasan Berita:
  • Harga kemasan plastik di Balikpapan naik sejak sebelum Lebaran.
  • Pedagang kesulitan menentukan harga karena kenaikan hampir setiap hari.
  • Penjualan menurun, pedagang terpaksa ambil margin tipis untuk bertahan.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kenaikan harga kebutuhan kemasan plastik dikeluhkan para pedagang di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Lonjakan harga yang terjadi sejak menjelang hingga pasca Lebaran membuat pedagang kesulitan menjaga stabilitas harga jual, sekaligus berdampak pada menurunnya jumlah pembeli.

Salah satu pedagang plastik di kawasan Pasar Klandasan, Jailani, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi hampir setiap hari, sehingga menyulitkan pedagang dalam menentukan harga jual ke konsumen.

“Sekarang ini naiknya hampir tiap hari. Kita beli hari ini, besok sudah naik lagi. Jadi bingung,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Jumat (3/4/2026).

Ia mencontohkan, harga produk yang sebelumnya dijual Rp15 ribu kini sudah naik menjadi Rp16 ribu. Bahkan, untuk beberapa jenis barang, kenaikan bisa mencapai Rp2 ribu hingga Rp3 ribu per item.

Baca juga: Polisi Balikpapan Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis, Sita Puluhan Paket Siap Edar

Margin Pedagang Kian Tipis

Menurutnya, kenaikan harga sudah mulai terasa sejak sebelum Lebaran dan terus berlanjut hingga saat ini.

Kondisi tersebut membuat pedagang terjepit karena harus menyesuaikan harga dari distributor, namun di sisi lain khawatir kehilangan pelanggan.

“Kadang kita beli Rp10 ribu, jual Rp11 ribu. Besoknya beli sudah Rp11 ribu lagi. Jadi margin kita sangat tipis,” jelasnya.

Jailani juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga paling terasa pada produk plastik. Selain harga yang terus merangkak naik, ketersediaan barang juga terkadang terbatas.

“Sudah naik, kadang barangnya juga tidak ada. Jadi makin susah,” katanya.

Baca juga: Harga Plastik Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Zulhas Sebut Bahan Baku Ikut Melonjak

Penjualan Menurun

Dampak dari kondisi tersebut, lanjut Jailani, penjualan pun mengalami penurunan.

Ia menyebut sebagian konsumen mengira kenaikan harga berasal dari pedagang, padahal harga dari pemasok memang sudah lebih tinggi.

“Pembeli kadang pikir kita yang naikkan harga, padahal dari sananya memang sudah naik,” ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved