Berita Kaltim Terkini
5 Daerah di Kaltim yang Warganya Paling Banyak Punya Emas
Kepemilikan emas di Kalimantan Timur menjadi salah satu indikator menarik dalam melihat kondisi ekonomi rumah tangga di tingkat daerah.
TRIBUNKALTIM.CO - Kepemilikan emas di Kalimantan Timur menjadi salah satu indikator menarik dalam melihat kondisi ekonomi rumah tangga di tingkat daerah.
Data terbaru menunjukkan bahwa tidak sedikit warga di provinsi ini yang menyimpan kekayaan dalam bentuk emas, baik sebagai perhiasan maupun investasi jangka panjang.
Fenomena ini sejalan dengan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik.
Dalam survei tersebut, emas dengan berat minimal 10 gram dikategorikan sebagai aset bernilai tinggi, bukan sekadar barang konsumsi biasa.
Artinya, kepemilikan emas mencerminkan kemampuan rumah tangga dalam menjaga stabilitas keuangan dan menyimpan nilai kekayaan.
Baca juga: Harga Emas 2026 Bergejolak, Warga Balikpapan Alami Panic Buying dan Panic Selling, Ini Penyebabnya
Jika dilihat lebih rinci, distribusi kepemilikan emas di Kalimantan Timur tidak hanya terkonsentrasi di kota besar, tetapi juga tersebar di berbagai kabupaten.
Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi relatif merata, baik di wilayah perkotaan maupun daerah yang lebih terpencil.
Melalui data tersebut, dapat diidentifikasi sejumlah daerah dengan persentase kepemilikan emas tertinggi.
Daerah-daerah ini kemudian menjadi sorotan karena mencerminkan tingkat kesejahteraan serta daya beli masyarakat yang relatif kuat dibandingkan wilayah lain di provinsi yang sama.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, Kalimantan Timur menempati peringkat pertama nasional dalam persentase rumah tangga yang memiliki emas atau perhiasan minimal 10 gram.
Secara nasional, rata-rata rumah tangga Indonesia yang memiliki emas minimal 10 gram berada di angka 17,03 persen.
Namun Kalimantan Timur melampaui angka tersebut jauh di atas rata-rata, yakni mencapai 29,71 persen, menjadikannya provinsi dengan kepemilikan emas tertinggi di Indonesia pada 2025.
Emas dalam konteks ini tidak sekadar perhiasan.
Dalam metodologi BPS, emas minimal 10 gram diposisikan sebagai aset simpanan bernilai tinggi, sejajar dengan tabungan atau investasi jangka panjang.
Kepemilikan emas mencerminkan ketahanan ekonomi rumah tangga, kemampuan menyimpan nilai, serta tingkat kesejahteraan relatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260203_-Toko-Emas-Prisia-di-Balikpapan-kebanjiran-warga-jual-emas.jpg)