Senin, 13 April 2026

Prakiraan Cuaca

Waspada Karhutla, BMKG Samarinda Ungkap Penyebab Cuaca Panas dan Ancaman Titik Panas

BMKG peringatkan cuaca panas di Kaltim picu risiko kebakaran dan peningkatan titik panas

TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
CUACA DI KALTIM - Ilustrasi panorama alam Kota Balikpapan dilihat dari puncak kawasan hutan Gunung Guntur, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (29/3/2026). BMKG peringatkan cuaca panas di Kaltim picu risiko kebakaran dan peningkatan titik panas. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO) 

Ringkasan Berita:
  • BMKG mencatat anomali cuaca di Kaltim dengan suhu meningkat.
  • Risiko kebakaran hutan dan lahan ikut meningkat akibat berkurangnya hujan.
  • Hujan diprediksi kembali meningkat setelah 10 April 2026.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Cuaca panas yang melanda Kalimantan Timur belakangan ini rupanya bukan sekadar kondisi biasa.

BMKG Stasiun Klimatologi Samarinda mencatat adanya sejumlah anomali cuaca yang patut diwaspadai masyarakat, terutama risiko kebakaran hutan dan lahan yang semakin meningkat.

Prakirawan iklim BMKG Samarinda, Wiwik Indah Sari Aziz, menjelaskan bahwa kondisi panas yang terjadi belakangan ini sebenarnya hanya bersifat sementara.

Dia mengatakan, memasuki dasarian kedua April atau setelah tanggal 10, intensitas hujan diprediksi mulai kembali meningkat.

"Kalau ini sebenarnya gangguan saja, di minggu pertama April, perkiraannya di dasarian kedua atau di atas tanggal 10 sudah mulai terjadi hujan," ungkap Wiwik, Sabtu (4/4/2026).

Baca juga: Waspada El Nino, Kaltim Berpotensi Alami Kemarau Lebih Cepat Tahun Ini

Perubahan Pola Cuaca dan Iklim

Meski demikian, fenomena berkurangnya hujan di awal April ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Wiwik menerangkan, wilayah Samarinda dan sekitarnya secara geografis memang rentan terhadap berbagai fenomena cuaca, baik yang berskala global maupun lokal.

Posisinya yang dekat dengan garis khatulistiwa serta kondisi topografi yang beragam menjadikan kawasan ini kerap dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang kompleks.

Lebih jauh, ia mengakui bahwa perubahan iklim turut menggeser pola curah hujan yang selama ini dikenal masyarakat.

Bulan April yang biasanya identik dengan curah hujan tinggi kini justru menunjukkan tren sebaliknya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kaltim 4 April 2026: Wilayah yang Diprediksi Diguyur Hujan, Ada Kabut di 4 Titik

"Jadi hal yang normalnya terjadi biasanya di April itu muncul hujannya tinggi, sekarang malah agak turun itu karena pengaruh dari perubahan iklim juga," terangnya.

Peningkatan Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Di tengah kondisi tersebut, BMKG mengidentifikasi ancaman yang paling mendesak untuk diantisipasi.

Berkurangnya curah hujan disertai suhu yang meningkat menciptakan kondisi ideal bagi munculnya titik-titik panas di sejumlah kawasan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved