Berita Kaltim Terkini
Baru Awal Kemarau, 77 Titik Panas Sudah Muncul di Kaltim
Baru memasuki awal musim kemarau, sebanyak 77 titik panas telah terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 77 titik panas muncul di sejumlah wilayah Kalimantan Timur sejak awal kemarau.
- BMKG memprediksi kemarau panjang berlangsung April–Desember, dengan puncak Juli–September.
- BPBD Kaltim siapkan langkah antisipasi, termasuk opsi modifikasi cuaca dan menunggu SK siaga dari gubernur.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Baru memasuki awal musim kemarau, sebanyak 77 titik panas telah terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Temuan ini menjadi sinyal dini meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring prediksi kemarau panjang yang berlangsung hingga akhir tahun.
Musim kemarau yang mulai terasa di Kalimantan Timur membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim bergerak lebih awal.
Sejumlah langkah antisipasi disiapkan jauh sebelum ancaman karhutla mencapai puncaknya.
Baca juga: BPBD Kaltim Waspadai Kemarau Panjang, Puncak Karhutla Diprediksi Juli–September 2026
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto, mengatakan pihaknya mengandalkan data dari BMKG dalam membaca arah perkembangan musim.
Berdasarkan prediksi tersebut, ada rentang waktu tertentu yang menjadi periode paling kritis untuk diwaspadai.
"Oh kalau puncak kemaraunya itu yang diprediksi dari BMKG ya, kalau kami kan nggak punya alat gitu kan. Jadi itu kemungkinan nanti itu di bulan Juli, Agustus, September ya mungkin, 3 bulan gitu yang puncaknya," ujar Cahyo melalui sambungan telepon, Sabtu (4/4/2026).
Cahyo menyebut, berdasarkan perkiraan yang diperoleh dari BMKG, musim kemarau di Kalimantan Timur sendiri diprediksi berlangsung cukup panjang, mulai dari April hingga Desember.
Baca juga: Tiga Wilayah Ini Jadi Atensi BPBD Kaltim, Kukar, Kutim dan Berau Rawan Karhutla
Artinya, kata dia, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan perlu menjaga kesiapsiagaan dalam waktu yang tidak singkat, jauh sebelum puncaknya tiba di pertengahan tahun.
Salah satu langkah yang dinantikan adalah terbitnya Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Timur tentang Siaga Hidrometeorologi Kering.
Regulasi ini bukan sekadar formalitas, ia menjadi pintu bagi BPBD Kaltim untuk menyampaikan arahan resmi ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Cahyo menyebut Balikpapan sebagai salah satu daerah yang sangat mengharapkan keluarnya SK tersebut.
Baca juga: El Nino "Godzilla" Ancam Berau, Damkar Siaga Hadapi Karhutla
Meski lahan di tiga kota seperti Balikpapan, Samarinda, dan Bontang relatif kecil, ketiganya tetap perlu bersiap karena berbatasan langsung dengan wilayah yang lebih rawan seperti Kukar dan Penajam Paser Utara (PPU).
"Nah, ya, jadi setelah itu keluar, itu akan kami sampaikan ke Kabupaten Kota, ya kan. Salah satunya mungkin dari Balikpapan kemarin juga sangat mengharapkan begitu, kan," jelas Cahyo.
Di tengah proses menunggu SK tersebut, lanjut Cahyo, kondisi di lapangan sudah menunjukkan sinyal yang perlu diwaspadai.
| TRC PPA Kaltim Kritik Kadisdikbud Soal Wafatnya Siswa SMK di Samarinda, Soroti Empati Pejabat Publik |
|
|---|
| Dievaluasi 27 Cabor, Agus Herawan Resmi Mundur dari Ketua KONI Kubar |
|
|---|
| Pemprov Kaltim Bantah Isu Kursi Pijat Seharga Rp125 juta per Unit, Faisal: Tidak Benar |
|
|---|
| 2 Kota dengan Sebaran Kasus HIV/AIDS Terbanyak di Kalimantan Timur 2025 |
|
|---|
| Seno Aji Jadi Calon Tunggal Ketua di Mubes V DPP Ikapakarti Kaltim 2026 di Samarinda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240415-Pantauan-karhutla-di-Kutai-Kartanegara.jpg)