Minggu, 12 April 2026

Berita Kaltim Terkini

5 Daerah di Kaltim yang Warganya Paling Banyak Mengontrak Rumah

Kondisi kepemilikan rumah tangga di Kalimantan Timur pada tahun 2025 menunjukkan mayoritas masyarakat masih menempati rumah milik sendiri.

Grafis Tribun Kaltim/Canva
KEPEMILIKAN RUMAH - Ilustrasi rumah. Berikut daerah di Kalimantan Timur yang warganya paling banyak mengontrak rumah menurut BPS (Grafis Tribun Kaltim/Canva) 

Ringkasan Berita:
  • Mayoritas warga Kalimantan Timur tinggal di rumah milik sendiri (77,43 persen), namun 10,55 persen masih menyewa, terutama di wilayah perkotaan seperti Samarinda dan Balikpapan
  • Kota Samarinda menjadi daerah dengan persentase kontrak tertinggi (16,74 persen), diikuti Bontang, Balikpapan, Berau, dan Kutai Timur
  • Kabupaten seperti Mahakam Ulu memiliki kepemilikan rumah tertinggi

TRIBUNKALTIM.CO - Kondisi kepemilikan rumah tangga di Kalimantan Timur pada tahun 2025 menunjukkan mayoritas masyarakat masih menempati rumah milik sendiri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)—yakni survei rutin yang mengumpulkan data kondisi sosial dan ekonomi masyarakat—sebanyak 77,43 persen rumah tangga di provinsi ini tinggal di hunian milik pribadi.

Sementara itu, sebesar 10,55 persen rumah tangga tercatat tinggal dengan status kontrak atau sewa.

Istilah “kontrak/sewa” merujuk pada kondisi ketika penghuni tidak memiliki rumah tersebut, melainkan membayar biaya secara berkala kepada pemilik.

Adapun kategori “lainnya” sebesar 12,02 persen mencakup status seperti tinggal bersama keluarga tanpa kepemilikan, rumah dinas, atau bentuk hunian non-komersial lainnya.

Baca juga: Kronologi Kebakaran yang Hanguskan 2 Rumah di RT 08 Kelurahan Sepinggan Raya Balikpapan

Data ini memperlihatkan bahwa meskipun kepemilikan rumah pribadi masih dominan, terdapat proporsi cukup signifikan masyarakat yang bergantung pada hunian sewa, terutama di wilayah perkotaan dan daerah dengan aktivitas ekonomi tinggi.

Jika ditelusuri lebih dalam, terdapat perbedaan mencolok antara wilayah kabupaten dan kota dalam hal kepemilikan rumah.

 Di wilayah kabupaten, persentase kepemilikan rumah pribadi cenderung lebih tinggi dibandingkan kota.

Hal ini dapat dilihat pada beberapa daerah seperti Mahakam Ulu yang mencatat angka kepemilikan rumah mencapai 94,10 persen—tertinggi di provinsi ini.

Sebaliknya, wilayah perkotaan seperti Samarinda dan Balikpapan menunjukkan angka kepemilikan rumah yang lebih rendah, masing-masing 66,77 persen dan 69,90 persen.

Hal ini sejalan dengan karakteristik kota besar yang memiliki mobilitas penduduk tinggi, termasuk pekerja pendatang yang lebih memilih menyewa rumah.

Fenomena ini juga dipengaruhi oleh harga properti yang relatif lebih tinggi di kota, sehingga tidak semua masyarakat mampu langsung memiliki rumah sendiri.

Akibatnya, kebutuhan akan hunian sewa menjadi lebih tinggi di wilayah perkotaan.

Secara umum, daerah dengan tingkat kepemilikan rumah tinggi biasanya berada di wilayah dengan kepadatan penduduk lebih rendah dan ikatan sosial yang kuat, seperti daerah pedesaan.

Sebaliknya, daerah dengan tingkat kontrak/sewa tinggi cenderung berada di pusat ekonomi, kawasan industri, atau kota besar.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved