Berita Paser Terkini
Keterbatasan Lahan Hambat Pembangunan Ruang Belajar dan Fasilitas Dasar di Paser
Kebutuhan ruang belajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri yang ada di Kabupaten Paser masih memiliki sejumlah keterbatasan dan jauh dari ideal
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER - Kebutuhan ruang belajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri yang ada di Kabupaten Paser masih memiliki sejumlah keterbatasan dan jauh dari ideal.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, dari 211 sekolah yang beroperasi, sekitar 40 persen diantaranya membutuhkan tambahan ruang kelas dan fasilitas dasar seperti toilet.
Kondisi tersebut kian diperparah dengan keterbatasan lahan yang menjadi hambatan utama dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, terutama di kawasan padat penduduk.
Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser, Fuad Ramadani, menyampaikan bahwa masalah lahan menjadi tantangan terbesar yang dihadapi.
"Sebagian besar sekolah memang membutuhkan penambahan ruang, cuman lahannya tidak tersedia untuk pengembangan," terang Fuad, Senin (6/4/2026).
Baca juga: Ratusan Guru Pensiun Setiap Tahun, Disdikbud Paser Gunakan Skema PJLP untuk Nutupi Kekurangan
Kendala tersebut banyak ditemui di wilayah perkotaan seperti Kelurahan Tanah Grogot yang memiliki tingkat kepadatan tinggi, sehingga ruang untuk perluasan sekolah sangat terbatas.
Pembangunan secara vertikal atau bertingkat dianggap belum menjadi solusi efektif, selain membutuhkan perencanaan matang, pembangunan jenis itu berisiko mengganggu aktivitas belajar mengajar yang sedang berjalan.
"Kalau dipaksakan membangun saat kegiatan belajar berlangsung, tentu akan mengganggu. Sementara opsi relokasi sementara juga tidak mudah karena faktor jarak," tambahnya.
Dengan berbagai keterbatasan itu, pemerintah daerah tetap mengalokasikan pembangunan fasilitas pendidikan secara bertahap.
Tahun ini, direncanakan pembangunan 13 ruang kelas baru dan tiga unit toilet di sejumlah sekolah.
Baca juga: Disdikbud Paser Gelar Turnamen Bola Voli Antar Pelajar, 43 Tim dari Berbagai Sekolah Partisipasi
Salah satu sekolah yang menjadi prioritas ialah SD Negeri 35 Senaken yang akan mendapatkan tambahan enam ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar siswa.
"Pembangunannya tetap kami lakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan kondisi di lapangan," pungkas Fuad. (*)
| Ratusan Peserta Meriahkan Turnamen Catur Paser Open 2026, Ajang Penjaringan Atlet Porprov Kaltim |
|
|---|
| Bupati Paser Target Tuntaskan Akses Rantau Buta, Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas |
|
|---|
| Bupati Paser Minta Perusahaan Ikut Bangun Dua Jembatan di Rantau Buta |
|
|---|
| Jembatan Sei Kasungai Paser Resmi Dibuka, Warga 2 Desa Kini Nikmati Akses Secara Permanen |
|
|---|
| Suntik Dana Rp25 Miliar, Pemkab Paser Bangun Wisma Atlet 4 Lantai untuk Porprov Kaltim 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260406-Sekolah-Dasar-Negeri-Paser.jpg)