Rabu, 3 Juni 2026

Berita Paser Terkini

Keterbatasan Lahan Hambat Pembangunan Ruang Belajar dan Fasilitas Dasar di Paser

Kebutuhan ruang belajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri yang ada di Kabupaten Paser masih memiliki sejumlah keterbatasan dan jauh dari ideal

Tayang:
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/Syaifullah Ibrahim
KEKURANGAN FASILITAS BELAJAR - Salah satu Sekolah Dasar Negeri yang ada di pusat Kota Tanah Grogot, berlokasi di Jalan Sultan Ibrahim Chaliluddin, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin (6/4/2026). Hampir lima puluh persen SD di Paser kekurangan fasilitas belajar. (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM) 

TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER - Kebutuhan ruang belajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri yang ada di Kabupaten Paser masih memiliki sejumlah keterbatasan dan jauh dari ideal.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, dari 211 sekolah yang beroperasi, sekitar 40 persen diantaranya membutuhkan tambahan ruang kelas dan fasilitas dasar seperti toilet.

Kondisi tersebut kian diperparah dengan keterbatasan lahan yang menjadi hambatan utama dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, terutama di kawasan padat penduduk.

Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser, Fuad Ramadani, menyampaikan bahwa masalah lahan menjadi tantangan terbesar yang dihadapi.

"Sebagian besar sekolah memang membutuhkan penambahan ruang, cuman lahannya tidak tersedia untuk pengembangan," terang Fuad, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Ratusan Guru Pensiun Setiap Tahun, Disdikbud Paser Gunakan Skema PJLP untuk Nutupi Kekurangan

Kendala tersebut banyak ditemui di wilayah perkotaan seperti Kelurahan Tanah Grogot yang memiliki tingkat kepadatan tinggi, sehingga ruang untuk perluasan sekolah sangat terbatas.

Pembangunan secara vertikal atau bertingkat dianggap belum menjadi solusi efektif, selain membutuhkan perencanaan matang, pembangunan jenis itu berisiko mengganggu aktivitas belajar mengajar yang sedang berjalan.

"Kalau dipaksakan membangun saat kegiatan belajar berlangsung, tentu akan mengganggu. Sementara opsi relokasi sementara juga tidak mudah karena faktor jarak," tambahnya.

Dengan berbagai keterbatasan itu, pemerintah daerah tetap mengalokasikan pembangunan fasilitas pendidikan secara bertahap.

Tahun ini, direncanakan pembangunan 13 ruang kelas baru dan tiga unit toilet di sejumlah sekolah.

Baca juga: Disdikbud Paser Gelar Turnamen Bola Voli Antar Pelajar, 43 Tim dari Berbagai Sekolah Partisipasi 

Salah satu sekolah yang menjadi prioritas ialah SD Negeri 35 Senaken yang akan mendapatkan tambahan enam ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar siswa.

"Pembangunannya tetap kami lakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan kondisi di lapangan," pungkas Fuad. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved