Rabu, 3 Juni 2026

Berita Paser Terkini

Bupati Paser Target Tuntaskan Akses Rantau Buta, Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas

Usai meresmikan Jembatan Sei Kasungai, Pemkab Paser menargetkan penuntasan akses jalan dan jembatan menuju wilayah pelosok

Tayang:
HO Prokopim Paser
JEMBATAN AKSES DESA - Jembatan Sei Kasungai di Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang, yang telah rampung dibangun dan diresmikan Bupati Paser Fahmi Fadli untuk difungsikan, Senin (1/6/2026). Pemkab Paser berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah pelosok. (HO/PROKOPIM PASER) 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Paser akan melanjutkan pembangunan jalan poros menuju Desa Rantau Buta secara bertahap.
  • Masih tersisa 3,7 kilometer jalan yang belum dilakukan pengerasan rigid beton.
  • Pemkab juga akan menindaklanjuti usulan pembangunan dua jembatan penghubung Rantau Buta dan Rantau Layung.

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Pembangunan infrastruktur Paser kembali menjadi fokus pemerintah daerah. 

Usai meresmikan Jembatan Sei Kasungai pada Senin (1/6/2026), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser langsung menyiapkan langkah lanjutan untuk memperbaiki akses jalan poros menuju Desa Rantau Buta dan Desa Rantau Layung yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Bupati Paser, Fahmi Fadli, membeberkan rencana strategis penuntasan jalan poros ekstrem yang menghubungkan jalan besar hingga ke Desa Rantau Buta dan Desa Rantau Layung.

Jembatan Sei Kasungai, Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur
RESMIKAN JEMBATAN - Jembatan Sei Kasungai, Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO)

Menurutnya, peningkatan akses transportasi di wilayah pelosok menjadi bagian penting dari upaya pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Masih Tersisa 3,7 Kilometer Jalan

Bupati Paser, Fahmi Fadli, menyampaikan bahwa jalan poros utama menuju Desa Rantau Buta masih menyisakan 3,7 kilometer yang belum dilakukan pengerasan dengan rigid beton.

Baca juga: Bupati Paser Minta Perusahaan Ikut Bangun Dua Jembatan di Rantau Buta

"Tahun ini, kita akan kerjakan sepanjang 700 meter terlebih dahulu. Sisa targetnya akan diselesaikan sepenuhnya tahun depan melalui proyek tahun jamak (multiyears)," jelas Bupati Fahmi.

Pembangunan jalan poros tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.

Meski demikian, komitmen pemerintah untuk menuntaskan akses jalan tetap menjadi prioritas utama.

Fahmi menegaskan keberadaan jalan yang memadai sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta memperlancar aktivitas ekonomi di kawasan pedesaan.

Dua Jembatan Tambahan Akan Ditindaklanjuti

Menanggapi aspirasi warga terkait jalur sepanjang 22 kilometer yang memisahkan Desa Rantau Buta dan Desa Rantau Layung, Fahmi berjanji akan menindaklanjuti permintaan pembangunan dua jembatan tambahan.

Baca juga: Desa Inovatif di Penajam Paser Utara Berpeluang Belajar Langsung ke Banyuwangi, Ini Syaratnya

"Permintaan warga terkait dua jembatan tambahan akan kami tindaklanjuti. Infrastruktur ini sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas harian masyarakat," tegasnya.

Keberadaan jembatan dinilai menjadi faktor penting dalam memperlancar konektivitas antarwilayah, terutama saat musim hujan ketika sejumlah jalur sulit dilalui.

Masyarakat setempat berharap pembangunan jembatan dapat memperpendek waktu tempuh sekaligus meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved