Berita Kutim Terkini
Persiapan SPPG Polres Kutim Capai 99 Persen, IPAL dan Sertifikasi Halal Jadi Prioritas
Alhamdulillah sampai dengan hari ini untuk SPPG Polres Kutai Timur ini sudah 99 persen
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Polres Kutai Timur terus mematangkan persiapan peluncuran Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).
Hingga saat ini, progres pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung telah menyentuh angka signifikan guna mendukung program nasional tersebut di wilayah Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah menunggu proses verifikasi akhir.
Koordinasi intensif terus dilakukan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan seluruh standar pelayanan terpenuhi sebelum operasional dimulai secara resmi di wilayah hukum Polres Kutim.
Baca juga: Belum Memenuhi Standar, 9 Dapur MBG di Bontang Disanksi Penghentian Sementara
Langkah percepatan ini menjadi sorotan di tengah isu penutupan sementara 12 unit SPPG di Kabupaten Kutai Timur akibat kendala Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Polres Kutim berkomitmen agar fasilitas yang mereka bangun tidak menemui kendala serupa saat mulai beroperasi melayani masyarakat nantinya.
"Alhamdulillah sampai dengan hari ini untuk SPPG Polres Kutai Timur ini sudah 99 persen. Kita masih menunggu hasil verifikasi nanti final dari BGN, terutama juga untuk nanti menunggu nomor PA-nya yang nanti mungkin akan kita tunggu," ujar Fauzan, Selasa (7/4/2026).
Lanjutnya, sisa satu persen persiapan tersebut difokuskan pada aspek-aspek krusial yang bersifat administratif dan teknis lingkungan.
Hal ini mencakup proses sertifikasi halal bagi produk yang akan dihasilkan serta optimalisasi sistem pengolahan air baku untuk memastikan keberlanjutan operasional jangka panjang.
Optimalisasi IPAL menjadi poin evaluasi penting agar SPPG Polres Kutim tetap mematuhi regulasi kesehatan dan lingkungan.
Dengan adanya sistem yang mumpuni, diharapkan tidak ada hambatan teknis yang dapat mengganggu distribusi pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat di masa mendatang.
"Sekaligus juga 1 persennya kita mempersiapkan juga untuk optimalisasi terkait dengan layanan SPPG-nya, yaitu mungkin proses sertifikasi halal, kemudian juga proses untuk penyiapan untuk pengolahan air baku atau IPAL-nya, serta untuk persyaratan-persyaratan lainnya," jelasnya.
Terkait sasaran program, SPPG Polres Kutim telah memetakan sekitar 3.200 penerima manfaat yang tersebar di wilayah Kecamatan Sangatta Utara.
Kelompok sasaran ini mencakup pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan hukum Polsek Sangatta Utara.
Bahkan, TK Bhayangkara yang berlokasi tepat di belakang Polsek Sangatta Utara dipastikan masuk dalam daftar penerima manfaat tersebut.
| Kabar Gembira bagi Honorer di Kutim, Kadisdikbud Pastikan Tak Ada Pemberhentian Massal 2026 |
|
|---|
| Pataka Jadi Senjata Baru Kutim, Hubungkan Pekerja dan Lowongan dalam Satu Platform |
|
|---|
| Tuntut Kejelasan Status, Forum Tenaga Honorer Kutai Timur Desak Pengangkatan ASN di 2026 |
|
|---|
| Bidik 50 Ribu Tenaga Kerja Lokal, Kutai Timur Bangun BLK Industri Mandiri |
|
|---|
| Kronologi Penemuan Jasad Pria di Sangatta Utara Kutim, Diduga Korban Kecelakaan Tunggal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260407_Kapolres-Kutim-AKBP-Fauzan-Arianto.jpg)