Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Pedagang di Taman Gubah Balikpapan Menjerit, Pengeluaran Modal Membengkak

Salah satu pelaku UMKM, Muhammad Qadafi mengatakan, kenaikan harga plastik terjadi cukup signifikan

Tayang:
Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA KINAN
HARGA PLASTIK NAIK - Pelaku UMKM di Taman Gubah, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur berjualan tawarkan jajanan minuman dan makanan ringan, Selasa (7/4/2026). Para pedagang di sini,  keluhkan harga plastik yang naik tajam. Pembiyaan modal pun jadi membengkak. (TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA KINAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kenaikan harga plastik kemasan mulai dirasakan oleh sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Taman Gubah, Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur

Untuk diketahui, kenaikan ini dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku utama plastik, nafta, dari Timur Tengah akibat konflik geopolitik, yang meningkatkan biaya produksi dan memicu ketergantungan impor.

Salah satu pelaku UMKM, Muhammad Qadafi mengatakan, kenaikan harga plastik terjadi cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. 

Pantauan TribunKaltim.co, harga cup plastik untuk minuman ukuran 12 ml yang sebelumnya berada di kisaran Rp600 ribu per bal (isi 1.000 pcs), kini naik menjadi Rp750 ribu per bal. 

Baca juga: Curhat Pelaku UMKM soal Harga Plastik Naik Imbas Perang Iran vs Amerika: Porsi Produk akan Dikurangi

Pemilik UMKM Kopi Anhu tersebut membeberkan, hal yang sama juga terjadi pada harga sedotan yang naik dari Rp18 ribu per pack menjadi Rp25 ribu per-pack. 

"Lumayan banget naiknya. Kresek juga ikut naik, dari Rp5 ribu jadi Rp6 ribu. Jadi memang semua serba naik," ungkapnya kepada TribunKaltim.co pada Selasa (7/4/2026) di Balikpapan.

Tak hanya kemasan, Qadafi juga menyebut, bahan baku lain seperti susu turut mengalami kenaikan.

Kondisi ini membuat para pelaku usaha semakin tertekan, karena biaya produksi meningkat di hampir semua lini.

Meski begitu, ia mengaku belum berani menaikkan harga jual minumannya.

Keputusan tersebut diambil demi menjaga loyalitas pelanggan yang sebagian besar berasal dari kalangan anak muda hingga keluarga.

Baca juga: Harga Plastik Kemasan Melonjak, Industri Hadapi Krisis Pasokan Bahan Baku

"Kalau kita naikkan harga, takutnya pelanggan lari. Tapi kalau enggak dinaikkan juga kita yang terasa berat. Jadi sekarang serba salah," keluhnya.

HARGA PLASTIK NAIK - Ilustrasi sampah plastik bekas bungkus minuman tergeletak di atas jalan aspal Komplek Grand City Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Sabtu (1/3/2025) sore.
HARGA PLASTIK NAIK - Ilustrasi sampah plastik bekas bungkus minuman tergeletak di atas jalan aspal Komplek Grand City Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Sabtu 1 Maret 2025 sore. Kini harga plastik naik tinggi, para pedagang di Taman Gunung Bahagia atau Gubah Balikpapan menjerit, Selasa (7/4/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Pengeluaran Modal Membengkak

Hal serupa juga dirasakan oleh Penjual Es Teler Klamud, Sutisno. Ia mengatakan, kenaikan harga plastik terjadi hampir di semua jenis, mulai dari kantong kresek, cup, hingga sedotan.

Tak ayal, kenaikan ini dinilai cukup signifikan dan berdampak langsung pada biaya operasional harian.

Terlebih, dirinya memang harus membeli stok cup dan sedotan setiap hari untuk kebutuhan pelanggan yang makan di tempat.

Sehingga, kata dia, pengeluaran modal kini semakin membengkak. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved