Senin, 27 April 2026

Aksi Solidaritas Andrie Yunus

Tanggapan Dandim soal Unjuk Rasa di Korem 091/ASN Samarinda

Aksi unjuk rasa Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di depan Markas Korem 091/Aji Surya Natakesuma.

Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS SALMON
BERANI KARENA ANDRE - Dandim 0901/Samarinda, Kolonel Inf Arif Hermad, didampingi oleh Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menerima langsung para demonstran, menyatakan apresiasinya terhadap penyampaian aspirasi mahasiswa, Rabu (8/4/2026). Ia menegaskan bahwa institusi TNI di tingkat wilayah juga mendukung pengungkapan kasus ini secara tuntas. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Aksi unjuk rasa Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di depan Markas Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mencapai puncaknya pada Rabu (8/4/2026) sore pukul 17.50 Wita. 

Setelah sempat tertahan, puluhan massa akhirnya berhasil merangsek masuk dan menduduki halaman markas dengan cara melompati pagar samping gerbang utama.

Kedatangan massa yang dimulai sejak pukul 15.40 Wita ini merupakan bentuk solidaritas atas kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Berbagai spanduk tuntutan dibentangkan, mulai dari desakan mengusut dalang teror hingga penolakan pelaku diadili melalui peradilan militer.

Baca juga: Pengunjuk Rasa Duduki Markas Korem 091/ASN Samarinda, Sampaikan 7 Tuntutan Terkait Teror Air Keras

Dandim 0901/Samarinda, Kolonel Inf Arif Hermad, didampingi oleh Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menerima langsung para demonstran, menyatakan apresiasinya terhadap penyampaian aspirasi mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa institusi TNI di tingkat wilayah juga mendukung pengungkapan kasus ini secara tuntas.

"Tuntutan ini kami terima dan akan dilaporkan ke pimpinan. Terus terang, kami sependapat dengan adik-adik mahasiswa karena permasalahan ini memang harus diungkap sesuai hukum yang berlaku," ujar Kolonel Inf Arif Hermad kepada TribunKaltim.co di lokasi. 

UNJUK RASA MEMANAS - Situasi demo di depan Markas Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Jalan Gajah Mada, Samarinda, Kalimantan Timur mulai memanas pada Rabu (8/4/2026) sore. Masa aksi paksa untuk masuk Markas Militer dengan lompat pagar. Massa aksi ditemui langsung oleh Dandim 0901/Samarinda, Kolonel Inf Arif Hermad, didampingi Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar.
UNJUK RASA MEMANAS - Situasi demo di depan Markas Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Jalan Gajah Mada, Samarinda, Kalimantan Timur mulai memanas pada Rabu (8/4/2026) sore. Masa aksi paksa untuk masuk Markas Militer dengan lompat pagar. Massa aksi ditemui langsung oleh Dandim 0901/Samarinda, Kolonel Inf Arif Hermad, didampingi Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar. (TRIBUNKALTIM.CO)

Terkait desakan massa agar pelaku yang diduga oknum anggota diadili di peradilan umum, Dandim menjelaskan bahwa saat ini proses hukum masih berjalan sesuai prosedur yang berlaku bagi personel militer.

"Karena pelaku adalah anggota TNI, saat ini masih dalam tahap pemeriksaan dan prosedurnya akan diproses di pengadilan militer. Setahu saya, aturannya saat ini seperti itu dan bisa terancam sanksi pemecatan," jelasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Markas Korem 091/ASN Dijaga Ketat Polisi Jelang Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus

Ia juga menambahkan bahwa Kapuspom TNI, Mayjen TNI Deni Aulia, sebelumnya telah menyatakan bahwa proses sedang berjalan dan meminta masyarakat untuk bersama-sama mengawal hasilnya.

Di sisi lain, Kolonel Inf Arif Hermad memastikan situasi di Samarinda tetap kondusif dan selalu menekankan kepada prajurit jajaran Kodim 0901 untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat.

"Saya selalu tekankan pada prajurit supaya selalu baik-baik dengan rakyat. Tidak boleh menyakiti hati rakyat, bantu dan ringankan beban rakyat. Selama ini Kodim maupun Korem di sini tidak ada masalah seperti itu," tegasnya.

Massa aksi yang membawa tagar #BeraniKarenaAndre dan #ReformasiTNI akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan poin-poin tuntutannya, meski mereka menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga aktor intelektual di balik penyiraman air keras tersebut terungkap. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved