Senin, 20 April 2026

Dugaan Malapraktik

Dugaan Malpraktik Bayi 3 Bulan di Samarinda, RSUD AWS Masih Tunggu Hasil Audit Medis

isu dugaan malpraktik yang menimpa seorang bayi berusia 3 bulan, Saat ini pihak rumah sakit masih melakukan penelusuran mendalam

|
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
DUGAAN MALPRATIK - Potret Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie (RSUD AWS) di Jalan Palang Merah No.1, Sidodadi, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Isu dugaan malpraktik yang menimpa seorang bayi berusia 3 bulan, RSUD AWS Masih Tunggu Hasil Audit Medis. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur memberikan respons terkait isu dugaan malpraktik yang menimpa seorang bayi berusia 3 bulan. 

Isu ini menjadi perhatian setelah adanya laporan mengenai kondisi luka serius pada bagian tangan pasien pasca pemasangan infus.

Kepala Instalasi Humas RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, dr. Arysia Andhina, menjelaskan bahwa hingga saat ini pihak rumah sakit masih melakukan penelusuran mendalam. 

Baca juga: Walikota Samarinda Siapkan Aturan Ketat Penerapan WFH ASN, Andi Harun: Pakaian Juga Kita Atur

Ia menegaskan, manajemen belum bisa memberikan keterangan lebih mendetail sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan internal selesai dilakukan. 

Hal ini bertujuan agar informasi yang disampaikan nantinya benar-benar akurat dan sesuai fakta di lapangan.

"Saat ini investigasi masih berproses, tunggu sampai hasil audit medisnya selesai," ujar wanita yang akrab disapa dr. Sisi ini melalui sambungan telepon, Kamis (9/4/2026).

dr. Arysia bilang, investigasi ini dilakukan dengan melibatkan tim independen yang tengah dibentuk untuk menelusuri duduk perkara dugaan malpraktik tersebut. 

Langkah ini sejalan dengan saran yang sebelumnya disampaikan oleh Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, yang datang melakukan inspeksi mendadak ke RSUD AWS pada Senin (6/4/2026) lalu.

"Tim independen lagi sementara dibentuk, kemarin pak Haji Baba (Anggota Komisi IV DPRD Kaltim) juga kasih saran itu untuk di buat tim independen," jelasnya.

Terkait kapan hasil audit medis tersebut akan keluar, dr. Arysia belum dapat memastikan jangka waktunya. 

Hal ini dikarenakan proses pembentukan tim independen masih terus berjalan. Meski demikian, manajemen memastikan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi pasien tetap tertangani dengan baik.

dr. Arysia menekankan bahwa pasien tersebut kini sudah mendapatkan perawatan kembali dan berada dalam kondisi yang stabil di bawah pengawasan tim medis rumah sakit.

"Pasien sudah dirawat kembali dan kami mohon untuk menunggu hasil pasti dari investigasi yang dilakukan guna memastikan kebenaran dugaan," demikian dr. Arysia. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved