Minggu, 26 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Pemkot Samarinda Percepat Lapak Pasar Segiri, Cegah Inflasi Pangan

Pemkot Samarinda mempercepat pembangunan lapak sementara Pasar Segiri pasca kebakaran untuk menjaga distribusi pangan dan mencegah lonjakan harga.

TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
DIBANGUN ULANG - Potret Pasar Segiri dari Jalan Dr Soetomo. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mempercepat pembangunan lapak sementara di Pasar Segiri pasca kebakaran, sebagai langkah strategis menjaga stabilitas distribusi pangan dan mencegah potensi inflasi akibat terganggunya aktivitas perdagangan grosir. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 
Ringkasan Berita:
  • Pemkot Samarinda bangun 140 lapak sementara dengan anggaran Rp1,1 miliar.
  • Pasar Segiri jadi pusat distribusi pangan, percepatan dilakukan cegah inflasi.
  • Target rampung Mei agar aktivitas perdagangan segera pulih.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mempercepat pembangunan lapak sementara di Pasar Segiri pasca kebakaran.

Ini sebagai langkah strategis menjaga stabilitas distribusi pangan dan mencegah potensi inflasi akibat terganggunya aktivitas perdagangan grosir.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, menyebutkan pembangunan saat ini telah memasuki tahap pengerjaan dengan dukungan anggaran sebesar Rp1,1 miliar.

"Saat ini sedang proses pengerjaan. Atap baja ringan dan tiangnya kita minta ulin supaya kuat. Tapi ini kan sementara bangunannya untuk 140 pedagang,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Pasar Segiri Dibangun Ulang, Pemkot Samarinda Siapkan Anggaran Rp1,1 Miliar

Pemkot Samarinda menargetkan pembangunan lapak sementara tersebut rampung pada Mei mendatang, agar aktivitas perdagangan dapat segera pulih.

“Karena kan baja ringan saja," sebutnya.

Menurut Marnabas, percepatan pembangunan menjadi langkah krusial karena Pasar Segiri merupakan pusat distribusi bahan pangan utama di Samarinda, khususnya komoditas sayur-mayur yang diperdagangkan secara grosir.

"Jadi harus ada tanggap cepat, gerakan cepat untuk membangun itu. Karena itu kan seperti tomat, kol, sayur-sayuran lain, semua di situ. Kalau itu kita biarkan lama-lama, bisa terjadi inflasi, kol mahal, cabai mahal," jelasnya.

Baca juga: Usai Kebakaran Pasar Segiri Samarinda, Polisi Dalami Dugaan Korsleting Listrik

Ia menambahkan, sumber pendanaan pembangunan berasal dari skema Belanja Tidak Terduga (BTT), mengingat kondisi kebakaran yang bersifat darurat dan berdampak luas terhadap masyarakat.

"Tetap jalan mekanismenya,” kata dia.

Pemkot Samarinda berharap pembangunan lapak sementara ini mampu mempercepat pemulihan aktivitas perdagangan sekaligus menjaga kestabilan harga bahan pangan di pasaran.

“Ini kan menyangkut kepentingan orang banyak," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved