Sabtu, 11 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Uji Coba Insinerator Samarinda Masih Terbatas, Petugas Hadapi Tantangan Teknis

Uji coba insinerator Samarinda masih terbatas, petugas terus mencari metode pembakaran optimal

TRIBUNKALTIM.CO/Sintya Alfatika Sari
MASIH TERKENDALA TEKNIS - Ilustrasi insinerator. Pemerintah Kota Samarinda melalui DLH terus melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi teknis operasional maupun kesiapan sumber daya manusia, sebelum seluruh unit insinerator dioperasikan secara penuh. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

Ringkasan Berita:
  • Uji coba insinerator di Samarinda baru berjalan di tiga titik dari 10 unit.
  • Sebanyak 15 petugas dilatih untuk mengoperasikan mesin pembakar sampah.
  • Tantangan utama adalah menemukan pola pembakaran yang efektif dan efisien.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tahap uji coba operasional mesin insinerator di Kota Samarinda masih berlangsung terbatas di sejumlah titik, seiring proses pelatihan petugas yang terus dimatangkan. 

Di tengah upaya percepatan pengoperasian penuh 10 unit insinerator, para operator di lapangan masih menghadapi tantangan teknis, terutama dalam menemukan pola pembakaran sampah yang paling efektif.

Pengawas insinerator, Mustofa, mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 15 orang telah dilibatkan dalam proses pelatihan operasional. 

Mereka berasal dari beberapa wilayah yang menjadi lokasi pengembangan fasilitas insinerator.

“Yang ikut training ada 15 orang, itu tergabung dari Kelurahan Bukit Pinang, Kelurahan Lempake dan wilayah Wanyi,” jelasnya kepada Tribunkaltim.co, Jumat (10/4/2026).

Baca juga: Insinerator Samarinda Mulai Beroperasi, Sampah Campur Jadi Kendala Utama

Pelatihan ini bertujuan memastikan setiap operator memahami prosedur kerja serta standar keselamatan dalam mengoperasikan mesin insinerator yang memiliki tingkat risiko tinggi jika tidak dikelola dengan baik.

Operasional Baru di Tiga Titik

Meski secara keseluruhan terdapat 10 unit insinerator yang telah disiapkan, operasionalnya saat ini baru difokuskan di tiga titik sebagai bagian dari uji coba bertahap.

Pembagian personel pun dilakukan menyesuaikan lokasi yang telah aktif.

“Jadi semua ada 10 unit, tapi karena belum berjalan semua masih tiga titik, jadi kita bagi. Loa Bahu nanti gabung sama Simpang Pasir dan Tani Aman, yang di Polder bersama Handil Bakti untuk pembakaran,” terangnya.

Langkah ini diambil untuk memastikan setiap unit yang dioperasikan benar-benar siap sebelum diperluas ke seluruh titik yang direncanakan.

Baca juga: DLH Samarinda Terapkan Operasional Khusus untuk Truk Sampah yang Sudah Tua, Layani Rute Pendek 

Tantangan Teknis di Lapangan

Dalam proses uji coba ini, Mustofa menyebut belum terdapat keluhan signifikan dari para petugas.

Namun, faktor jarak tempuh menjadi salah satu catatan, khususnya bagi pekerja yang berasal dari wilayah yang cukup jauh.

“Tapi ini sekarang tidak kita turunkan setiap hari, kadang-kadang mereka saya minta untuk merawat lokasi di sana, bersih-bersih,” ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved