Selasa, 28 April 2026

Berita Mahulu Terkini

TKA SMP Mahakam Ulu Digelar Berbasis CBT, Jangkau Hingga Long Apari Perbatasan

TKA SMP di Mahakam Ulu digelar berbasis CBT dan menjangkau wilayah perbatasan hingga Long Apari

Penulis: Desy Filana | Editor: Amelia Mutia Rachmah
HO//DISDIKBUD MAHAKAM ULU
PELAKSANAAN TKA SMP - Siswa SMP bersama pengawas dari Disdikbud Mahakam Ulu usai mengikuti Tes Kemampuan Akademik di SMPN 2 Long Bagun. (HO/DISDIKBUD MAHAKAM ULU) 

Ringkasan Berita:
  • TKA SMP Mahulu diikuti 542 siswa dari 17 sekolah.
  • Pelaksanaan berbasis CBT, sebagian sekolah masih menumpang fasilitas.
  • Hasil tes jadi dasar pemerataan kualitas pendidikan di wilayah hulu-hilir.

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP pertama kali di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, telah menjangkau seluruh wilayah hingga kecamatan terjauh Long Apari yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia.

Sebanyak 542 siswa kelas IX dari 17 SMP mengikuti TKA yang berlangsung mulai 6 hingga 16 April 2026.Kepala Seksi Pendidikan Menengah Pertama, Silvanus Silam Luhat, S.Pd menyebut pelaksanaan tes dibagi dalam empat gelombang dengan masing-masing tiga sesi per hari.

Menurutnya, sistem pelaksanaan TKA tahun ini sepenuhnya berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT).

“Seluruh pelaksanaan TKA sudah full CBT, namun bagi lima sekolah yang belum memiliki fasilitas, mereka menumpang di sekolah lain dengan pengaturan jadwal,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Sabtu (11/4/2026).

Sementara itu, sebanyak 12 sekolah telah mampu melaksanakan ujian secara mandiri dengan fasilitas yang memadai.

Baca juga: Dinkes Mahulu Perkuat Edukasi TPK untuk Tekan Stunting di Wilayah Pedalaman

Penerapan sistem CBT ini menjadi langkah penting dalam modernisasi sistem evaluasi pendidikan, sekaligus meningkatkan akurasi dan efisiensi pelaksanaan ujian.

Pemerataan Pendidikan Jadi Tujuan

Silvanus menjelaskan, pemerintah daerah menargetkan capaian kemampuan siswa berada pada level memadai sesuai standar kompetensi dasar nasional.

Hasil TKA nantinya akan digunakan sebagai dasar pemetaan kualitas pendidikan, baik dari sisi sarana prasarana maupun tenaga pendidik di tiap sekolah.

“Kami ingin melihat sekolah mana yang masih perlu perhatian lebih agar pemerataan pendidikan antara wilayah hulu dan hilir bisa tercapai,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan mampu mengidentifikasi kesenjangan pendidikan di wilayah terpencil, sekaligus menjadi dasar pengambilan kebijakan strategis ke depan.

Baca juga: Tak Perlu Lagi Berkas Fisik, Disdukcapil Mahulu Siapkan Layanan Serba Digital

Tantangan Jaringan di Wilayah Terpencil

Meski sempat terkendala gangguan jaringan internet selama pelaksanaan, tim teknis di lapangan mampu mengatasi masalah dengan cepat sehingga ujian tetap berjalan lancar.

Kondisi geografis Mahakam Ulu yang sebagian wilayahnya sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri dalam penerapan sistem berbasis digital seperti CBT.

Namun demikian, keberhasilan pelaksanaan TKA hingga ke wilayah perbatasan menjadi indikator bahwa transformasi digital di sektor pendidikan mulai merata.

Ke depan, pemerintah daerah diharapkan terus meningkatkan infrastruktur teknologi informasi guna mendukung sistem pendidikan yang lebih modern dan inklusif. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved