Berita Kaltim Terkini
Viral Video Testimoni Gratispol di Sekolah, Ini Klarifikasi Disdikbud Kaltim
Disdikbud Kaltim jelaskan video testimoni Gratispol, sebut sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban publik
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur memberikan penjelasan terkait ramainya perhatian publik terhadap video testimoni sekolah mengenai program Gratispol.
Video yang diunggah oleh berbagai akun media sosial sekolah di Kalimantan Timur tersebut menampilkan guru dan murid yang mengucapkan terima kasih atas realisasi program tersebut.
Unggahan tersebut menuai tanggapan beragam dari warganet, bahkan ada yang menilai hal itu sebagai bentuk politisasi yang dibawa ke ranah pendidikan.
Tidak Ada Arahan Resmi
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengapresiasi kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi.
Armin menjelaskan bahwa tidak ada arahan resmi kepada sekolah untuk membuat video tersebut.
Baca juga: Gratispol Kaltim Dirasakan 1.300 Mahasiswa UINSI, UKT Dibebaskan hingga 2026
Namun, pihaknya memang menyarankan agar sekolah mendokumentasikan capaian program.
Menurutnya, video-video itu dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat mengenai realisasi program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur.
“Saya ingin menyampaikan bahwa kami ini adalah OPD yang pelayanan langsung pelayanan publik. Karena kami adalah pelayanan publik, termasuk sekolah, tentu kita memberikan namanya pertanggungjawaban publik,” ujar Armin melalui sambungan telepon, Rabu (15/4/2026).
Bentuk Transparansi kepada Masyarakat
Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak mengetahui apa saja yang telah dilakukan oleh Disdikbud Kaltim.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk transparansi agar publik dapat melihat langsung realisasi penggunaan anggaran, khususnya yang bersumber dari pajak masyarakat untuk membiayai pendidikan gratis.
Baca juga: Polda Kaltim Ungkap Kecurangan Minyakita di Balikpapan, Takaran Kurang hingga 50 Ml dari Label
Armin menambahkan, masyarakat tentu ingin melihat capaian nyata dari pemerintah provinsi, terutama di tengah berbagai kritik yang menyebut program tersebut belum berjalan optimal.
“Saya kira sekolah-sekolah juga punya pertanggungjawaban publik untuk memberitahu, ini loh kami sudah dapat dari gubernur dan kami menyampaikan terima kasih,” jelasnya.
Laporan Langsung dari Sekolah
| 8 Dekade Persit Berkarya, Sulam Tumpar Kaltim Siap Tampil di Persit Bisa 2 |
|
|---|
| 7 Daerah di Kalimantan Timur Belum Punya Rumah Sakit Khusus |
|
|---|
| 5 Daerah di Kaltim dengan Aksi Demonstrasi Paling Banyak 2025 |
|
|---|
| 7 Provinsi dengan Pekerja Kena PHK Paling Banyak di Indonesia Awal 2026, Ada Kaltim! |
|
|---|
| 4 Daerah dengan Jemaah Haji Paling Sedikit di Kalimantan Timur 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260415_Plt-Kepala-Disdikbud-Kaltim-Armin.jpg)