Berita Paser Terkini
ASN di Lingkungan Pemkab Paser Imbau Bijak Hadapi Kenaikan Harga BBM
Kenaikan harga BBM jenis Pertamax Turbo dan Dexlite merupakan dampak global yang tidak bisa dihindari oleh pemerintah
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser diminta untuk bersikap bijak dalam menghadapi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kenaikan ini dinilai akan berdampak pada naiknya harga sejumlah bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Paser, Paulus Margita, menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM jenis Pertamax Turbo dan Dexlite merupakan dampak global yang tidak bisa dihindari oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.
Baca juga: Harga LPG Nonsubsidi Naik di Paser, Tabung 12 Kg Tembus Rp262 Ribu
"Kenaikan harga ini merupakan akibat dari perang Amerika, Israel dan Iran sejak 28 Februari 2026 sampai sekarang," terang Paulus di Tanah Grogot, Senin (20/4/2026).
Kenaikan harga BBM berpengaruh terhadap LPG 3 kilogram. Harga yang seharusnya Rp22 ribu per tabung, terkadang naik hingga Rp40-45 ribu di tingkat pengecer. Bahkan saat Idulfitri lalu, tembus Rp60 ribu.
"Kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng jenis tertentu juga sering dikeluhkan naik dan langka oleh masyarakat, kondisi ini semakin menambah beban pengeluaran rumah tangga di Paser," tambahnya.
Paulus menilai, kenaikan BBM jenis Pertamax dan Dexlite turut berdampak pada kendaraan dinas di Pemkab Paser.
Sebagian kendaraan dinas maupun operasional menggunakan kedua jenis BBM tersebut, sehingga biaya operasional pemerintah daerah ikut meningkat.
"Biaya operasional kendaraan dinas yang milik pemerintah tentu akan berdampak juga, akibat kenaikan harga BBM jenis pertamax dan dexlite," ungkapnya.
Ia juga menyinggung bahwa konflik global sebelumnya, seperti perang Ukraina dan Rusia, telah berdampak pada kenaikan harga gandum.
"Karena Indonesia masih mengimpor sebagian besar kebutuhan gandum dari Ukraina, sehingga harga bahan pangan berbasis gandum ikut terdongkrak," imbuhnya.
Dari kondisi ini, Paulus mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Paser untuk melakukan persiapan jangka panjang dalam menghadapi dinamika global ke depan.
Menurutnya, langkah antisipasi sangat penting agar tidak terlalu bergantung pada kondisi pasar yang fluktuatif.
"Salah satunya, dengan berinvestasi agar ada passive income dan bisa menatap masa purna tugas dengan tersenyum bahagia," pungkasnya. (*)
| Harga LPG Nonsubsidi Naik di Paser, Tabung 12 Kg Tembus Rp262 Ribu |
|
|---|
| Antisipasi Hadapi El Nino, Pemkab Paser Salurkan 137 Unit Mesin Pompa Air ke Kelompok Tani |
|
|---|
| Program Perumahan yang Terjangkau Bagi Masyarakat, Disperkimtan Paser Siapkan Skema Kredit Murah |
|
|---|
| Pemkab Paser Guyur Anggaran Rp15 Miliar untuk Perbaiki Jalan Padang Pengrapat-Muara Pasir |
|
|---|
| Wabup Paser Minta Pengusaha Lindungi Pekerja Lewat BPJS Ketenagakerjaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260420_Antrian-kendaraan-di-SPBU-Tanah-Grogot.jpg)