Selasa, 21 April 2026

Berita Paser Terkini

ASN di Lingkungan Pemkab Paser Imbau Bijak Hadapi Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga BBM jenis Pertamax Turbo dan Dexlite merupakan dampak global yang tidak bisa dihindari oleh pemerintah

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
KENAIKAN HARGA BBM - Antrian kendaraan di SPBU Tanah Grogot, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (31/3/2026). Pegawai di lingkungan Pemkab Paser diminta bijak menyikapi naiknya harga BBM. (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser diminta untuk bersikap bijak dalam menghadapi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kenaikan ini dinilai akan berdampak pada naiknya harga sejumlah bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Paser, Paulus Margita, menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM jenis Pertamax Turbo dan Dexlite merupakan dampak global yang tidak bisa dihindari oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Baca juga: Harga LPG Nonsubsidi Naik di Paser, Tabung 12 Kg Tembus Rp262 Ribu

"Kenaikan harga ini merupakan akibat dari perang Amerika, Israel dan Iran sejak 28 Februari 2026 sampai sekarang," terang Paulus di Tanah Grogot, Senin (20/4/2026).

Kenaikan harga BBM berpengaruh terhadap LPG 3 kilogram. Harga yang seharusnya Rp22 ribu per tabung, terkadang naik hingga Rp40-45 ribu di tingkat pengecer. Bahkan saat Idulfitri lalu, tembus Rp60 ribu.

"Kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng jenis tertentu juga sering dikeluhkan naik dan langka oleh masyarakat, kondisi ini semakin menambah beban pengeluaran rumah tangga di Paser," tambahnya.

Paulus menilai, kenaikan BBM jenis Pertamax dan Dexlite turut berdampak pada kendaraan dinas di Pemkab Paser.

Sebagian kendaraan dinas maupun operasional menggunakan kedua jenis BBM tersebut, sehingga biaya operasional pemerintah daerah ikut meningkat.

"Biaya operasional kendaraan dinas yang milik pemerintah tentu akan berdampak juga, akibat kenaikan harga BBM jenis pertamax dan dexlite," ungkapnya.

Ia juga menyinggung bahwa konflik global sebelumnya, seperti perang Ukraina dan Rusia, telah berdampak pada kenaikan harga gandum.

"Karena Indonesia masih mengimpor sebagian besar kebutuhan gandum dari Ukraina, sehingga harga bahan pangan berbasis gandum ikut terdongkrak," imbuhnya.

Dari kondisi ini, Paulus mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Paser untuk melakukan persiapan jangka panjang dalam menghadapi dinamika global ke depan.

Menurutnya, langkah antisipasi sangat penting agar tidak terlalu bergantung pada kondisi pasar yang fluktuatif.

"Salah satunya, dengan berinvestasi agar ada passive income dan bisa menatap masa purna tugas dengan tersenyum bahagia," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved