Minggu, 3 Mei 2026

Demo Kaltim 21 April

Pedagang Kecil Manfaatkan Demo 21 April, Raup Rezeki di Tengah Aksi Samarinda

Di tengah aksi demonstrasi Samarinda, pedagang kecil justru menemukan peluang untuk mengais rezeki

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nevrianto | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO/Nevrianto
PEDAGANG SAAT DEMO - Pedagang pentol dan es melayani pembeli di tepi Jalan Teuku Umar depan Kantor DPRD Kalimantan Timur saat aksi 21 April 2026. (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO) 
Ringkasan Berita:
  • Pedagang memanfaatkan momentum demo untuk berjualan di sekitar DPRD Kaltim.
  • Rekayasa lalu lintas membuka ruang bagi aktivitas ekonomi informal.
  • Meski belum maksimal, pedagang tetap berharap peningkatan pendapatan.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Warga kawasan Perumahan Kelurahan Air Hitam, Jalan Kadrie Oening, memanfaatkan momen aksi demonstrasi Samarinda untuk berjualan di sekitar Jalan Teuku Umar, tepat di seberang Gedung Kantor DPRD Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). 

Fenomena pedagang demo Samarinda ini menunjukkan bagaimana aktivitas ekonomi kecil tetap bergerak di tengah dinamika aksi massa.

Kawasan jalan yang mengalami pengalihan atau rekayasa lalu lintas oleh Satlantas Polresta Samarinda dan Dinas Perhubungan Samarinda membuka ruang bagi pedagang untuk memanfaatkan tepi jalan sebagai lokasi berjualan.

Berbagai jenis dagangan dijajakan, mulai dari es sirup, pentol, camilan goreng, hingga bakso dan aneka minuman.

Aktivitas ini menciptakan suasana berbeda di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung.

Baca juga: Demo Kaltim 21 April Memanas, Wartawan Diteriaki dan Sempat Terlibat Dorong-Dorongan

Berjualan Sejak Pagi Hari

Salah satu pedagang, Udin, warga Perumahan Cordova, bersama ibunya, Siti, telah memulai aktivitas berjualan sejak pukul 07.00 WITA.

Mereka membawa perlengkapan seperti meja, kompor, rombong kecil berpayung, serta kursi untuk melayani pembeli di pinggir jalan.

“Untuk massa aksi dan mahasiswa datang sekitar jam 11.00 WITA dengan berjalan kaki. Saya sudah jualan di sini bersama bapak dan ibu. Saya juga memantau demo, sementara kegiatan perkuliahan saya diizinkan untuk absen,” ungkap Udin.

Pendapatan Belum Maksimal

Meski momentum demo dinilai berpotensi mendatangkan pembeli, hingga siang hari pendapatan yang diperoleh belum maksimal.

“Sampai tengah hari sekitar pukul 12.10 WITA, belum mencapai 50 persen dari target pendapatan,” katanya.

Baca juga: Link Live Streaming Demo di Samarinda Hari Ini - Pantau Situasi Terkini di Kantor Gubernur Kaltim

Udin menambahkan, pada hari biasa, penghasilan dari berjualan bisa mencapai Rp1 juta per hari. Ia bersama kedua orang tuanya juga kerap berjualan hingga ke berbagai wilayah di Samarinda bahkan sampai Tenggarong.

Pengalaman Berjualan yang Beragam

Di balik peluang tersebut, Udin juga mengungkapkan pengalaman berjualan yang tidak selalu nyaman.

Ia menilai kebijakan terkait ruang berdagang di sejumlah kegiatan pemerintah berbeda dari waktu ke waktu.

“Kalau yang saya rasakan, dulu lebih leluasa berjualan di acara pemerintah. Sekarang beberapa kali diminta untuk tidak berjualan di lokasi tertentu dan diarahkan ke tempat lain,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved