Selasa, 28 April 2026

Ibu Kota Nusantara

20 Sekolah di IKN Mulai Ekstrakurikuler Robotika, Guru Dapat Pendampingan 4 Bulan

Sebanyak 20 sekolah di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), mulai mengembangkan ekstrakurikuler robotika, sebagai bagian dari upaya membangun talenta

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/OIKN
ROBOTIKA -  Sebanyak 20 sekolah di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), mulai mengembangkan ekstrakurikuler robotika, sebagai bagian dari upaya membangun talenta digital sejak dini. (HO/OIKN) 

TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM — Sebanyak 20 sekolah di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), mulai mengembangkan ekstrakurikuler robotika, sebagai bagian dari upaya membangun talenta digital sejak dini.

Program ini diawali dengan pelatihan bagi guru, melalui skema Training of Trainers (ToT) yang digelar Otorita IKN.

Kegiatan tersebut mencakup pelatihan daring, dan dilanjutkan pelatihan luring di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Setelah itu, para guru akan menjalani pendampingan intensif, selama empat bulan bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Negeri Samarinda.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, mengatakan pengembangan robotika menjadi langkah strategis, dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan masa depan.

“Robotika bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga membangun pola pikir inovatif, kolaboratif, dan adaptif,” ungkapnya Selasa (21/4/2026).

Baca juga: MPR Tinjau IKN, Ahmad Muzani Terkejut Lihat Perkembangan Ibu Kota Nusantara

Program ini diikuti 13 SMP dan 7 SMA/MA yang seluruhnya telah berkomitmen, membentuk kegiatan ekstrakurikuler robotika secara berkelanjutan.

Setiap sekolah, juga dibekali perangkat berupa toolkit, trainer kit, serta dua unit robot jenis wall follower dan transporter untuk praktik pembelajaran.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN, Tonny Agus Setiono, menyebut pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan guru, baik secara teori maupun praktik.

“Harapannya, sekolah dapat membentuk ekstrakurikuler robotika dan menyiapkan siswa mengikuti kompetisi secara berkelanjutan,” katanya.

Di tingkat sekolah, program ini mulai ditindaklanjuti. Guru SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara (PPU), Ayu Desi Wilujeng, mengaku pelatihan tersebut membuka pemahaman baru bagi dirinya dan rekan guru lain, yang sebelumnya belum mengenal robotika.

Sekolahnya berencana membentuk ekstrakurikuler robotika, dengan sekitar 20 siswa dan dijadwalkan rutin setiap pekan, sebagai wadah pembinaan sekaligus persiapan kompetisi.

Baca juga: Viral Pemandangan Lautan Kabut di IKN, Panorama Pagi yang Disebut Mirip Skypiea

Ia juga menyebut program ini sebagai pengalaman pertama bagi sekolahnya dalam bidang robotika. Pihak sekolah telah berkoordinasi untuk segera menjalankan kegiatan tersebut secara rutin.

“Kami ingin anak-anak memiliki pengetahuan tentang robotika dan siap menghadapi perkembangan teknologi ke depan,” ujarnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved