Kamis, 23 April 2026

Demo Kaltim 21 April

RS Dirgahayu Samarinda Tegaskan Tidak Ada Pendemo yang Meninggal, 1 Pasien Dirujuk ke RSUD AWS

Kepala Humas RS Dirgahayu, Agustinus Sattu, menegaskan bahwa seluruh informasi yang menyebutkan adanya pendemo meninggal tidak benar

Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON
DEMO 21 APRIL - Kepala Humas RS Dirgahayu, Agustinus Sattu. Beliau menegaskan bahwa seluruh informasi yang menyebutkan adanya pendemo meninggal dunia di RS Dirgahayu adalah tidak benar. (TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pihak Rumah Sakit (RS) Dirgahayu Samarinda menjelaskan penanganan medis peserta aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (21/4/2026) yang dibawa ke UGD.

Kepala Humas RS Dirgahayu, Agustinus Sattu, menegaskan bahwa seluruh informasi yang menyebutkan adanya pendemo meninggal dunia di RS Dirgahayu adalah tidak benar.

"Kami informasikan bahwa tidak ada peserta penyampaian aspirasi yang dibawa ke Dirgahayu sampai meninggal dunia. Itu tidak ada," tegasnya.

Dari data RS Dirgahayu, total ada 8 orang peserta aksi yang sempat dilarikan ke UGD rumah sakit tersebut untuk mendapatkan tindakan medis.

Baca juga: Pasca Demo di Kantor Gubernur Kaltim Ricuh, Aliansi Perjuangan Masyarakat Bantah Terlibat Kerusuhan

Dimana 1 Pasien pertama saat Selasa sore, yang tiba memerlukan tindakan medis khusus. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan adanya penyakit penyerta yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. 

Agustinus bilang, setelah berkoordinasi dengan dinas kesehatan, pasien tersebut akhirnya dirujuk ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) untuk penanganan lebih lanjut.

"Tim medis kami berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan akhirnya diputuskan pasien ini dirujuk ke AWS," ungkapnya.

Sementara 7 Pasien pada malam hari, sekitar pukul 19.30 WITA, tiba di RS Dirgahayu,Ketujuhnya hanya mengalami luka ringan. Setelah mendapatkan perawatan dan beristirahat sejenak, mereka dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang pada malam yang sama.

"Pasien yang ada adalah ada delapan, delapan yang ini satu kami rujuk dan tujuh kami berikan tindakan di sini setelah itu boleh pulang karena keadaan sudah membaik," katanya.

Keterangan pihak rumah sakit ini memperkuat pernyataan Ketua Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto, seblumnya. Yang mana sebelumnya Ketua ITS yang sering disapa Jokis menyebutkan total ada 46 penanganan medis di lapangan.

Sebagian besar massa aksi yang mengalami kendala kesehatan seperti sesak napas dan luka ringan telah ditangani oleh tim relawan di dua lokasi unjuk rasa. Sementara kasus yang memerlukan alat medis lebih lengkap, seperti dugaan serangan jantung atau kondisi yang butuh observasi lanjut, langsung dievakuasi ke RS Dirgahayu sebelum akhirnya satu di antaranya dirujuk ke RSUD AWS.

Dengan adanya keterangan dari kedua pihak ini, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada kabar burung yang beredar di media sosial mengenai adanya korban jiwa dalam aksi tersebut.

"Kami nyatakan kabar ada yang meninggal dunia itu hoaks. Secara keseluruhan, para pendemo yang memerlukan bantuan medis rata-rata kondisinya kategori rendah dan sedang," tutup Joko Iswanto. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved