Demo Kaltim 21 April
7 Pernyataan Rudy Mas’ud soal Aksi 21 April, Alasan Tak Temui Massa hingga Siap Hadapi Hak Angket
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya angkat bicara terkait keputusannya tidak menemui ribuan demonstran dalam aksi 21 April 2026
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Briandena Silvania Sestiani
TRIBUNKALTIM.CO - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya angkat bicara terkait keputusannya tidak menemui ribuan demonstran dalam aksi 21 April 2026 di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Kalimantan Timur.
Aksi yang diinisiasi oleh Aliansi Rakyat Kaltim itu sempat memanas.
Aksi yang berlangsung selama berjam-jam itu akhirnya memanas setelah massa merasa aspirasi mereka tidak direspons secara langsung.
Kekecewaan memuncak ketika aparat kepolisian mengimbau pembubaran pada pukul 18.00 WITA. Sebagian massa tetap bertahan hingga akhirnya terjadi aksi pelemparan botol air mineral dan batu.
Situasi tersebut memaksa aparat mengambil tindakan tegas untuk membubarkan kerumunan.
Massa yang terdiri dari mahasiswa hingga organisasi kemasyarakatan menyuarakan berbagai tuntutan kepada pemerintah daerah, termasuk soal kebijakan anggaran dan transparansi pemerintahan.
Ketidakhadiran Gubernur Kaltim Rudy Masud di tengah massa memicu kekecewaan.
Namun, di balik keputusan tersebut, Rudy menegaskan ada sejumlah pertimbangan yang menjadi dasar sikapnya.
Baca juga: Terungkap Alasan Gubernur Rudy Masud Tak Temui Massa Demonstran 21 April
Aksi Awalnya Ditujukan ke DPRD, Beralih ke Kantor Gubernur
Rudy Mas’ud mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima sehari sebelum aksi (H-1), demonstrasi tersebut sebenarnya direncanakan berlangsung di Gedung DPRD Kalimantan Timur.
Namun dalam pelaksanaannya, massa justru mengalihkan tujuan aksi ke Kantor Gubernur Kaltim. Perubahan lokasi ini membuat situasi menjadi tidak sesuai dengan perkiraan awal pihak pemerintah.
Ia mengaku tetap siap menerima aspirasi masyarakat, tetapi dengan mekanisme yang lebih terstruktur dan kondusif.
Pernyataan Gubernur Rudy Mas’ud soal Aksi 21 April
1. Menolak Dialog di Tengah Kerumunan demi Keamanan
Rudy menegaskan bahwa faktor keamanan menjadi alasan utama dirinya tidak turun langsung ke tengah massa.
“Di kantor Gubernur Kaltim tidak pernah menyampaikan bahwa untuk bertemu, tetapi saya sudah menyampaikan dengan Pak Kapolda bahwa kita siap untuk berdialog, tapi tidak untuk di kerumunan massa. Satu adalah karena keamanan, dua adalah berkaitan dengan protokolnya,” ujar Rudy Masud, Kamis (23/4/2026) malam.
Menurutnya, dialog di tengah kerumunan berisiko tinggi dan berpotensi memicu hal-hal yang tidak diinginkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260424_Gubernur-Kaltim-Rudy-Masud-menjelaskan-alasan-tak-menemui-massa-aksi-di-Samarinda.jpg)