Minggu, 26 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Menag Nasaruddin Umar Hadiri Tabligh Akbar Samarinda, Tekankan Peran Masjid Jadi Simbol Perdamaian

Konferensi Imam di Samarinda dorong peran masjid sebagai pusat harmoni dan perdamaian global

Penulis: Dwi Ardianto | Editor: Amelia Mutia Rachmah
HO//PANITIA
TABLIGH AKBAR SAMARINDA - Kegiatan Bridging Konferensi Imam Internasional dan Tabligh Akbar bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar di Masjid Islamic Center Samarinda berlangsung khidmat, Sabtu (25/4). (HO/PANITIA) 
Ringkasan Berita:
  • Kegiatan menghadirkan Menag dan tokoh nasional di Islamic Center Samarinda.
  • Masjid didorong sebagai pusat pendidikan, diplomasi, dan perdamaian.
  • Konferensi berlanjut hingga puncak acara di Masjid Istiqlal 2026.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Peran masjid global menjadi sorotan dalam kegiatan Bridging Konferensi Imam Internasional dan Tabligh Akbar yang berlangsung di Masjid Islamic Center Samarinda, Sabtu (25/4/2026). 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang keagamaan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat harmoni, diplomasi keagamaan, serta penggerak perdamaian dunia.

Kegiatan Bridging Konferensi Imam Internasional dan Tabligh Akbar bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar berlangsung khidmat di Masjid Islamic Center Samarinda.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat harmoni, diplomasi keagamaan, serta penggerak perdamaian global.

Rangkaian acara diawali dengan Seminar Masjid bertema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace”, dilanjutkan dengan istigotsah, dan ditutup dengan tabligh akbar.

Baca juga: Unmul Samarinda Catat Peningkatan Prestasi Nasional dan Internasional Usai Wisuda 1.617 Lulusan

Acara tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Wakil Gubernur Seno Aji, perwakilan Dirjen Bimas Islam, BNPT, PP IPIM, serta tokoh agama, akademisi, dan ribuan jemaah dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Pesan Menteri Agama

Dalam tausiahnya, Menteri Agama menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan umat, serta ruang diplomasi peradaban.

Ia juga menekankan pentingnya peran imam sebagai penjaga persatuan sekaligus penyaring informasi di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Peran Strategis Imam dan Kolaborasi

Ketua Steering Committee Konferensi Imam Internasional, Irjen Pol M. Sabilul Alif, menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam menyatukan para imam dalam satu visi kebangsaan dan kemanusiaan.

“Dari daerah, kita bangun kekuatan umat. Dari masjid, kita rajut persatuan. Dari para imam, kita pancarkan pesan damai hingga ke tingkat global,” ujarnya.

Baca juga: Lampu Panggung Kembali Menyala, Kebangkitan Teater Mahardika Samarinda via RT Nol RW Nol

Ia menambahkan, di tengah dinamika dunia yang diwarnai konflik dan polarisasi, imam masjid memiliki peran penting sebagai pembimbing umat, penyejuk masyarakat, serta agen perubahan yang menghadirkan nilai-nilai damai dan persatuan.

Sebagai bagian dari Polri, pihaknya juga menegaskan pentingnya sinergi antara aparat dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas keamanan melalui pendekatan kultural dan spiritual.

Dukungan Pemerintah Daerah

Gubernur Kalimantan Timur turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, para imam dan tokoh agama merupakan benteng moral masyarakat sekaligus duta perdamaian.

Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen dalam mendukung peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan nilai kebangsaan.

Kegiatan Bridging Konferensi Imam Internasional ini akan terus berlanjut secara periodik hingga puncak acara yang dijadwalkan berlangsung di Masjid Istiqlal pada Agustus 2026.

Rangkaian berikutnya akan digelar di Sulawesi Selatan pada Mei, dilanjutkan di Banten pada Juni, dan ditutup di Jawa Timur pada Juli. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved