Berita Berau Terkini
Charity Run Berau Gaungkan Save Orangutan, 526 Peserta Lari untuk Satwa Terancam
Ratusan peserta Charity Run di Berau serukan Save Orangutan, kampanye global lindungi satwa terancam punah
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Charity Run Save Orangutan Berau digelar sebagai bentuk kampanye perlindungan satwa dilindungi, khususnya orangutan yang kini berstatus terancam punah.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Centre for Orangutan Protection (COP) bekerja sama dengan Komunitas Rundusta.
Sebanyak 526 peserta ambil bagian dalam kegiatan lari sejauh 5 kilometer (Km) di Kabupaten Berau.
Mereka serentak menyuarakan gerakan “Save Orangutan” sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian satwa endemik Kalimantan dan Sumatra.
Tidak hanya di Berau, kegiatan ini juga dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Sumatra Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Papua, hingga mancanegara seperti Singapura, Norwegia, dan Belanda.
Baca juga: Bahasa Banua Segera Jadi Mulok di Berau, Disdik Siapkan Implementasi di SMP
Orangutan sebagai Spesies Kunci Ekosistem
Site Manager Pusat Rehabilitasi Orangutan COP, I Widi Nursanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana kampanye untuk meningkatkan kesadaran publik secara luas terhadap pentingnya perlindungan orangutan dan habitatnya.
“Gerakan kampanye ini didasari pada kekhawatiran tentang nasib satwa endemik Pulau Kalimantan dan Sumatra, yaitu orangutan,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Senin (27/4/2026).
Widi menambahkan bahwa orangutan dikenal sebagai umbrella species atau spesies payung, dengan status Critically Endangered atau terancam punah.
Keberadaan orangutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
“Apabila orangutan hilang atau punah, maka akan terjadi kerusakan ekosistem hutan secara luas, yang pada akhirnya akan mempengaruhi keberlangsungan hidup manusia,” jelasnya.
Baca juga: Dinkes Berau Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Penanganan ODGJ Agar Lebih Optimal
Lari Sambil Berdonasi untuk Aksi Nyata
Kegiatan Charity Run ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung melalui donasi dalam upaya penyelamatan orangutan.
Peserta tidak hanya berlari, tetapi juga membawa pesan penting tentang konservasi dan pelestarian lingkungan.
Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan hidup.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara komunitas, lembaga konservasi, dan masyarakat umum dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan tropis Indonesia. (*)
| Bahasa Banua Segera Jadi Mulok di Berau, Disdik Siapkan Implementasi di SMP |
|
|---|
| Bahasa Banua Kian Dekat Masuk Kurikulum, Guru di Berau Diberdayakan |
|
|---|
| Dinkes Berau Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Penanganan ODGJ Agar Lebih Optimal |
|
|---|
| Pemkab Berau Targetkan Tingkatkan Status Kabupaten Layak Anak Menjadi Nindya |
|
|---|
| Arah Sektor Pariwisata Berau Diperbaharui, Disbudpar Matangkan Draft Perubahan RIPARDA 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260427_Acara-Run-untuk-Menyelamatkan-Orangutan.jpg)