Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Kutim Terkini

Genjot Kualitas SDM, Distransnaker Kutim Buka Pelatihan Batch 1 2026, Ada 568 Orang yang Mendaftar

Distransnaker Kabupaten Kutim resmi memulai agenda Opening Ceremony Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch 1 untuk tahun anggaran 2026

Tayang:
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS
PELATIHAN - Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi batch 1 tahun 2026 BLKI Mandiri Pemkab Kutim. (TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS) 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Timur resmi memulai agenda Opening Ceremony Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 1 untuk tahun anggaran 2026.

Program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki daya saing tinggi di pasar kerja maupun sektor wirausaha mandiri.

Plt. Kepala Distransnaker Kutai Timur, Trisno, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat delapan paket pelatihan yang didanai melalui APBD. 

Baca juga: Bupati Kutim Dorong Industri Padat Karya, Siapkan Mesin Pengolah untuk Petani 

Untuk gelombang pertama ini, empat kejuruan mulai dilaksanakan, yakni

  1. Digital Marketing, 
  2. Operator Ekskavator,
  3. Plate Welder,
  4. Pembuatan roti dan kue.

Antusiasme masyarakat untuk meningkatkan skill terpantau sangat tinggi, terlihat dari jumlah pendaftar yang membludak hingga mencapai 568 orang. 

Namun, karena keterbatasan kapasitas pelatihan saat ini, hanya 64 peserta yang dapat diterima, di mana masing-masing kelas diisi oleh 16 orang.

"Jumlah pendaftar dalam kapasitas kali ini yang tercatat mencapai 568 orang. Ini luar biasa antusiasnya, namun dengan kapasitas pelatihan saat ini hanya 64 orang," ujar Trisno, Senin (27/4/2026).

Para peserta dijadwalkan menjalani pelatihan dengan durasi waktu yang berbeda-beda, mulai dari 26 hari hingga 43 hari kerja. 

Rangkaian kegiatan ini direncanakan berlangsung mulai dari tanggal 23 April hingga berakhir pada 1 Juni 2026 mendatang yang dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK).

Menariknya, pelatihan kali ini tidak hanya membekali peserta dengan ilmu pengetahuan teknis semata, tetapi juga menyertakan agenda uji kompetensi. 

Sertifikasi ini dilakukan melalui BNSP agar para peserta memiliki legalitas resmi atas keahlian yang mereka pelajari selama pelatihan.

Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak progresif bagi para alumni pelatihan saat nantinya terjun ke dunia industri. 

Dengan adanya sertifikat kompetensi, para tenaga kerja lokal memiliki nilai tawar yang lebih baik untuk berkontribusi di berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutai Timur.

"Bukan hanya peserta pelatihan mendapat ilmu pengetahuan, tetapi juga mendapat legal standing terhadap keahliannya yang dapat digunakan untuk berkontribusi positif dalam pembangunan Kutai Timur," tambahnya.

Trisno juga memaparkan adanya sinergi dengan pihak swasta melalui program pemagangan, khususnya bagi jurusan teknis Welder yang bekerja sama dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC). 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved