Selasa, 28 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Anggota DPR RI Syafruddin Turun ke SPBU Balikpapan, Ingatkan Risiko Barcode Ganda BBM Subsidi

Anggota DPR RI Syafruddin menyoroti potensi penyalahgunaan BBM subsidi melalui praktik barcode ganda saat turun langsung ke SPBU di Balikpapan.

TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA
PANTAU PELAYANAN - Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menyoroti penerapan sistem barcode dan layanan mandiri atau self service dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM). (TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA) 

Ringkasan Berita:
  • Syafruddin menyoroti risiko penyalahgunaan BBM subsidi melalui praktik barcode ganda dan akun ganda di SPBU.
  • Sistem barcode dinilai mulai efektif, ditandai berkurangnya antrean pada jam operasional siang hari.
  • DPR RI mendorong peran aktif masyarakat dan aparat penegak hukum untuk melaporkan dan menindak penyimpangan distribusi BBM subsidi.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN — Anggota DPR RI Syafruddin menyoroti potensi penyalahgunaan BBM subsidi melalui praktik barcode ganda saat turun langsung ke SPBU di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Politisi PKB itu sekaligus mengingatkan pentingnya pengawasan dan peran masyarakat.

Syafruddin, menyoroti penerapan sistem barcode dan layanan mandiri atau self service dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM).

Hal ini dilakukan saat melakukan peninjauan bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, di SPBU Jalan MT Haryono, Damai, Kota Balikpapan, Senin (27/4/2026).

Baca juga: Anggota Komisi XII DPR RI Tinjau SPBU di Balikpapan, Pastikan Distribusi BBM Berjalan Efektif

Kunjungan ini menyusul kenaikan harga BBM jenis dexlite yang ditetapkan oleh pemerintah.

Selain mengecek ketersediaan BBM, Syafruddin juga mengamati langsung proses transaksi di lapangan.

Mulai dari antrean pembayaran, hingga implementasi barcode bagi konsumen subsidi.

Ia menilai, penerapan sistem tersebut mulai menunjukkan dampak positif.

Baca juga: Devi ‎Mahasiswi Uniba Balikpapan Keluhkan Kenaikan BBM, Andalkan Transportasi Umum dan Ojol ‎

"Ini terlihat dari tidak adanya antrean panjang di SPBU pada jam operasional siang hari," ujarnya.

Dirinya juga mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan, seperti penggunaan barcode ganda atau akun ganda untuk mendapatkan BBM subsidi secara tidak sah.

Sebagai informasi, Polda Kaltim berhasil mengungkap kasus dengan modus mengetap BBM dari berbagai SPBU dengan memanfaatkan barcode berbeda-beda.

BBM tersebut kemudian dikumpulkan dalam jumlah besar dan disimpan di lokasi tertentu.

Baca juga: Pasca Kenaikan Harga Dexlite, Pertamina Jamin Stok BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun 2026

Syafruddin pun meminta masyarakat turut berperan aktif dalam hal pelaporan.

"Kami meminta kepada masyarakat yang menemukan kejadian kasus dobel barcode atau akunnya dobel untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib," tandasnya, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, laporan dari masyarakat menjadi penting mengingat keterbatasan sumber daya manusia untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved